isis-umumkan-kematian-menteri-informasinyaRaqqah, LiputanIslam.com –  Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyatakan “menteri informasi”-nya, Abu Mohammad al-Furqan, tewas terkena serangan udara di bagian utara Suriah.

“Syeikh mujahid Abu Mohammad al-Furqan, pemimpin dewan media pusat telah syahid,” bunyi statemen ISIS yang beredar di akun-akun dan situs-situs para ekstrimis, Senin (10/10/2016).

Dalam statemen itu ISIS juga bersumpah akan membalas dendam kematian Abu Mohammad al-Furqan.

Kelompok teroris yang dikenal paling bengis di dunia ini tidak menyebutkan kapan, di mana dan bagaimana al-Furqan terbunuh, sementara Pentagon lebih dari tiga pekan lalu, tepatnya pada 16 September 2016, mengaku berhasil membunuh tokoh ISIS tersebut dalam serangan udara di dekat kota Raqqah, Suriah utara, pada 7 September 2016.

Pentagon saat itu menyebutkan bahwa petinggi ISIS yang tewas itu bernama Wa’il Adil Hasan Salman al-Fayad, yang lebih dikenal dengan nama Dr. Wa’il, tapi akun-akun dan situs-situs ekstrimis juga menyebutnya dengan julukan Abu Muhammad al-Furqan.

Juru bicara Pentagon saat itu menjelaskan bahwa tokoh ISIS itu adalah orang yang memroduksi video-video propaganda ISIS, termasuk video-video eksekusi dan penyiksaan, yang banyak beredar di medsos.

isis-abu-muhammad-al-adnani

Tokoh terkemuka ISIS Abu Muhammad al-Adnani yang tewas terkena serangan udara pada 30 Agustus 2016.

Disebutkan pula bahwa al-Fayad adalah orang dekat tokoh kedua ISIS, Abu Mohammad al-Adnani yang tewas terkena serangan udara  pada 30 Agustus lalu, serta merupakan “anggota penting” Dewan Syura ISIS, dan bahkan memiliki kewenangan besar antara lain menekan para “ahli syariat” ISIS agar mengafirkan kelompok Taliban dan al-Qaeda.

Sebuah sumber mengatakan, “Dia memiliki kedudukan yang sangat penting. Saya tidak berlebihan, dia itu sama pentingnya dengan al-Adnani, kalau tidak lebih penting. Para petinggi ISIS praktis sudah tak ada lagi kecuali al-Baghdadi sendiri dan tiga orang lainnya.”

Dia menambahkan, “Para ahli syariat yang menolak kebijakan al-Furqan bernafas lega atas kematiannya, karena selama ini dia berkuasa atas urusan syariat dan media ISIS, dan dia adalah orang yang mendirikan Maktabah al-Himmah yang merupakan satu-satunya penerbit resmi buku-buku, selebaran syariat, dan lain-lain milik ISIS. “ (mm/sputnik/afp/arabi21)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL