ypg suriahKobane, LiputanIslam.com – Sebagaimana dikhawatirkan selama ini, pertempuran antara kawanan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan milisi Kurdi Suriah Unit Perlindungan Rakyat (YPG) akhirnya masuk ke dalam kota Ain al-Arab atau Kobane.

Sebagaimana dilaporkan Alalam, lembaga Pengawas HAM Suriah Selasa (7/10) melaporkan bahwa pertempuran antara keduanya sudah merambat masuk di sisi selatan dan barat kota yang terletak di dekat perbatasan antara Suriah dan Turki tersebut, sementara pasukan koalisi internasional melancarkan serangan udara terhadap ISIS di sisi timur dan sisi barat daya. Serangan udara itu menewaskan 34 petempur ISIS tetapi di saat yang sama juga menewaskan 16 petempur Kurdi.

Pertempuran di sisi selatan dan barat Kobane terjadi setelah pasukan ISIS menguasai tiga perkampungan di sisi timur. Para saksi mata mengatakan bahwa kontak senjata berlangsung sengit sekali dan terjadi di semua lokasi pertempuran antara YPG yang berjuang mempertahankan kota dan ISIS yang berusaha merebutnya. Menurut mereka, pertempuran itu disaksikan dari kejauhan pasukan Turki.

Mereka mengaku heran mengapa tentara Turki tidak bereaksi sama sekali menyaksikan orang-orang Kurdi hendak dibantai oleh gerombolan yang diakui dunia sebagai teroris paling terkutuk.

Puluhan anggota ISIS dilaporkan tewas dalam pertempuran dengan pasukan YPG yang kalah dari segi jumlah personil maupun persenjataan. YPG memasang ranjau di semua area yang diperkirakan akan dilintasi oleh pasukan ISIS. suriah petempur YPG

Sementara itu, laporan terbaru dan singkat dari lembaga pemberitaan Lebanon, al-Mayadeen, menyebutkan bahwa berhasil dipukul mundur oleh YPG sejauh beberapa kilometer dari sisi timur Kobane. Mengutip keterangan seorang petinggi Kurdi, laporan itu juga menyatakan bahwa salah seorang komandan terkenal ISIS, Abu Umar al-Shisani, cidera akibat pertempuran.

Di bagian lain, Alalam menyebutkan bahwa jika ISIS berhasil menguasai Kobane maka organisasi ekstrimis beraliran Wahabi ini akan menguasai wilayah perbatasan Suriah dengan Turki sepanjang ratusan kilometer.

Sejauh ini, apa yang dilakukan oleh tentara Turki hanyalah mengerahkan tank-tanknya di wilayah perbatasan, sementara serangan udara pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat ternyata tidak efektif untuk menahan gerak maju ISIS ke Kobane. ISIS malah sempat menguasai beberapa perkampungan di kota yang mayoritas penduduknya bersuku Kurdi tersebut.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, banyak kalangan mencemaskan kemungkinan terjadinya tragedi kemanusiaan, terutama aksi pembantaian massal penduduk Kobane oleh ISIS, jika gerombolan teroris ini berhasil merebut kota ini. (Baca juga: 54 Militan Tewas Digempur Pasukan Suriah, Bendera ISIS Berkibar di Kobane)

Lembaga Pengawas HAM Suriah menyebutkan bahwa dalam pertempuran YPG melawan ISIS yang berlangsung selama tiga pekan terakhir telah menewaskan sedikitnya 412 orang yang berasal dari kedua belah pihak serta warga sipil. Angka itu didapat oleh LSM yang berbasis di

London ini berdasarkan catatan para narasumbernya yang di tempatkan di Kobane.

LSM yang dekat dengan kelompok opisisi Suriah ini menyatakan ada kemungkinan jumlah yang sebenarnya dua kali lipat angka tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL