anak isisBaghdad, LiputanIslam.com –   Kantor Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia (OHCHR) di Irak menyatakan kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melatih 1200 sandera anak kecil untuk menjadi pelaku serangan bom bunuh diri di Irak. Mereka dilatih di empat kamp militer ISIS di Mosul, ibu kota provinsi Ninawa di bagian utara Irak.
Lembaga ini juga mengutuk aksi perbudakan ISIS terhadap ratusan perempuan di Irak.

“ISIS menculik ratusan perempuan, menjadikan mereka sebagai tawanan, korban pemerkosaan, barang dagangan di pasar perbudakan, merekrut mereka untuk operasi-operasi teror, menempatkan mereka sebagai tawanan di bawah kekuasaan para gembong teroris dan pemimpin ISIS,” ungkap Fadhil al-Gharawi, anggota OHCHR dalam sebuah wawancara dengan TV Huna Baghdad,  sebagaimana diberitakan Alalam, Kamis (6/8).
OHCHR mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan masyarakat dunia supaya memidanakan gerombolan ISIS karena telah melakukan genosida dan berbagai kejahatan anti kemanusiaan lainnya.

“Kami memiliki laporan-laporan yang membuktikan kejahatan-kejahatan itu. Kami mengantongi 6000 berkas kasus kejahatan anti HAM yang dilakukan oleh organisasi ini di Irak,” tegasnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL