perang kobaneKobane, LiputanIslam.com – Lembaga Pengawas Hak Asasi Manusia (HAM) Suriah menyatakan bahwa pasukan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah menguasai sebuah bangunan di pusat kota Ain al-Arab atau Kobane di bagian utara Suriah setelah terjadi pertempuran sengit dengan para pejuang Kurdi setempat, Senin (13/10).

“ISIS berhasil menguasai gedung pusat kebudayaan di pusat kota Ain al-Arab setelah terlibat pertempuran dengan pasukan Unit Perlindungan Rakyat (YPG),” ungkap ketua lembaga itu Rami Abdulrahman kepada AFP.

Dia menambahkan bahwa ini merupakan pertama kalinya ISIS menguasai bangunan di pusat kota tersebut selama mereka menggempur kota ini sejak sekitar satu bulan lalu.

“Para petempur ISIS yang datang dari arah timur sebelumnya sudah lebih dari satu kali mencapai pusat kota, tetapi kemudian mundur lagi akibat perlawanan sengit,” katanya.

Senin kemarin ISIS juga meledakkan tiga bom mobil yang dikemudikan oleh para anggotanya di bagian utara dan timur Kobane, namun tidak diketahui akibat yang dihasilkan oleh serangan bom bunuh diri tersebut.

Menurut AFP, ISIS kini sudah menguasai separuh kota kecil yang terletak di dekat perbatasan Suriah-Turki. Kota itu sejak awal sudah dikepung dari tiga arah, sementara di satu arah lain tentara Turki menutup perbatasan dan tidak memperkenankan masuknya relawan Kurdi yang tak sabar untuk masuk ke kota Kobane demi membantu para pejuang Kobane melawan ISIS. Turki tetap melarang relawan walaupun Utusan Khusus Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Suriah, Staffan de Mistura,  Jumat lalu (10/10) menghimbau pemerintah Turki supaya membiarkan para relawan Kurdi dari wilayah Turki masuk ke Suriah dan ikut bertempur mempertahankan Kobane.

Lembaga Pengawas HAM Suriah menyebutkan bahwa dalam pertempuran yang terjadi di Kobane Ahad lalu sebanyak 14 anggota ISIS dan lima petempur Kurdi tewas.

Lembaga ini juga menyebutkan bahwa koalisi internasional telah melancarkan lima serangan udara pada Senin pagi terhadap beberapa posisi ISIS di Kobane. Selain itu mereka juga menyerang posisi-posisi ISIS di beberapa area di kota Raqqah dan sekitarnya serta beberapa tempat di bagian selatan provinsi Raqqah, mengakibatkan 28 anggota ISIS tewas. Sore harinya, lanjut lembaga tersebut, koalisi itu melancarkan serangan lagi ke kawasan sekitar bangunan pusat kebudayaan kota Kobane.

AFP melaporkan bahwa menurut keterangan sumber-sumber yang dekat dengan ISIS, satu petinggi organisasi teroris ini tewas terkena ledakan ranjau yang dipasang milisi YPG. Sumber-sumber itu mengatakan bahwa ranjau ukuran besar telah meledak saat sekelompok pasukan ISIS melintasi sebuah jalan di Kobane, mengakibatkan beberapa anggota ISIS tewas, termasuk komandan seniornya yang bernama Saddam al-Jamal, dan sejumlah lainnya luka-luka.

Disebutkan bahwa Saddam al-Jamal sebelumnya adalah salah satu komandan terkemuka kelompok oposisi bersenjata Suriah yang bernama Pasukan Kebebasan Suriah (FSA) di provinsi Deir al-Zor di bagian timur Suriah, namun belakangan dia bergabung dengan ISIS.
Sementara itu, IRNA memberitakan bahwa kantor perdana menteri Turki menepis laporan yang beredar sebelumnya dari berbagai media Barat bahwa Ankara menyetujui penggunaan pangkalan udara Turki, termasuk pangkalan Incirlik, di bagian selatan Turki oleh pasukan Amerika Serikat (AS) untuk menyerang ISIS.

“Tidak ada kesepakatan baru dengan AS untuk penggunaan pangkalan Incirlik oleh negara ini,” ungkap kantor perdana menteri Turki. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL