isis-fighters3Baghdad, LiputanIslam.com – Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan telah melarang penduduk di daerah-daerah yang mereka kuasai menjalankan tradisi ziarah kubur di hari-hari besar, termasuk Idul Adha.

“Para teroris ISIS tidak mengizinkan penduduk kawasan Sakdiyah dan Jalawla berziarah kubur pada hari raya Idul Adha. Mereka mengancam akan mengenakan hukuman kepada siapapun yang melanggar peraturan ini,” ungkap Zaid Ibrahim, Wali Kota Miqdadiyah, provinsi Diyala, sebagaimana dilansir al-Quds al-Arabi yang bermarkas di London, Inggris, Ahad (5/10).

“Para teroris itu sejak pagi hari ini telah menempatkan pasukannya di sekitar dua makam di kawasan Sakdiyah dan Jalawla yang merupakan wilayah administrasi Miqdadiyah di timur laut Baquba, ibu kota provinsi Diyala, supaya penduduk tidak dapat berziarah kubur,” lanjutnya.

Menurut Ibrahim, sejak lebih dari dua bulan silam ISIS sudah menerapkan larangan ziarah kubur di dua kawasan tersebut, padahal ziarah kubur di hari-hari besar Islam sudah menjadi tradisi mayoritas umat Islam.

“Ini bukan kali pertama ISIS melarang warga berziarah kubur di hari-hari besar Islam di berbagai kawasan yang mereka kuasai. Mereka menganggap ziarah sebagai perbuatan bid’ah,” tuturnya.

Dia juga mengatakan bahwa ISIS juga menciptakan kendala-kendala bagi kalangan pers.

Sementara itu, anggota Dewan Penyelamatan Fallujah, Khaled al-Halbusi Sabtu (4/10), sebagaimana dilaporkan al-Sumaria, mengatakan bahwa pasukan dewan ini berhasil membunuh Abu Shahib, mufti ISIS berkewarganegaraan Libya, dan empat orang asistennya di kawasan al-Hay al-Sina’i di kota Fallujah.

Seperti diketahui, berbagai wilayah utara dan barat Irak, terutama bagian-bagian di provinsi Anbar, Salahuddin dan Nineveh telah dikuasai ISIS sejak Juni lalu, dan banyak terjadi aksi brutal dan kesewenang-wenangan bermotif sektarian dan bahkan tak berprikemanusiaan di kawasan-kawasan tersebut.

ISIS menjadi organisasi teroris terbesar berkat dukungan Barat dan beberapa negara Arab sekutunya dengan tujuan menciptakan kekacauan dan kekejaman di Irak dan Suriah, walaupun pada akhirnya negara-negara itu juga terkena getahnya hingga kemudian turut memerangi ISIS, meski dengan skala terbatas dan hanya sekedar untuk mengendalikan kekejaman kelompok teroris sempalan al-Qeada tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL