ISIS di RaqqaDamaskus, LiputanIslam.com – Di tengah gelombang kutukan khalayak dunia terhadap kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), organisasi teroris superekstrim ini dilaporkan telah membantai ratusan warga suku Sunni di Suriah. Bersamaan dengan ini, kelompok ekstrimis Jundul Haramain Suriah mengakui pihaknya telah menerima bantuan dana dan senjata dari Israel.

Sebagaimana dilansir Alalam Ahad (17/8), lembaga Pengawas Hak Asasi Manusia (HAM) Suriah menyatakan bahwa dalam dua minggu terakhir kawanan bersenjata ISIS telah membantai lebih dari 700 orang yang sebagian besar adalah warga sipil di wilayah adat Sunni Shaetat di provinsi Deir al-Zor, Suriah.

Pembantaian terjadi di beberapa distrik di provinsi yang berbatasan dengan Irak tersebut, yaitu distrik Gharanij, Abu Hammah dan Kashkieh yang dihuni oleh suku Sunni Shaetat. Warga dibantai karena membangkang terhadap kekuasaan ISIS di wilayah tersebut. Menurut lembaga yang berbasis di Inggris tersebut, di antara 700-an orang yang dibantai ISIS hanya 100 orang yang bersenjata, sedangkan sisanya adalah warga sipil.

Laporan lain menyebutkan bahwa Sabtu (16/8) puluhan militan bersenjata tewas di tangan pasukan Suriah. Mengutip laporan berbagai sumber, IRNA melaporkan tentara Suriah hari itu melancarkan beberapa operasi militer dengan sasaran sejumlah posisi kelompok bersenjata di dataran tinggi Qalamoun yang berbatasan dengan Lebanon, mengakibatkan puluhan ekstrimis takfiri tewas.

Dalam operasi itu satu tank milik kawanan bersenjata hancur, mengakibat orang-orang yang ada di dalamnya tewas atau cidera. Angkatan udara Suriah juga membombardir gudang-gudang senjata, rumah sakit lapangan, kendaraan militer, dan senjata-senjata berat milik kawanan tersebut.

Sumber-sumber militer Suriah menyatakan bahwa bersamaan dengan serangan udara tersebut, pasukan artileri Suriah juga menggempur dan menghancurkan beberapa lokasi konsentrasi militan, mengakibatkan puluhan militan tewas.

Sementara itu, situs al-Mayadeen melaporkan bahwa TV Israel Channel 2 telah menayangkan rekaman video yang disebarkan oleh Front al-Nusra , kelompok radikal yang terafiliasi dengan jaringan teroris internasional al-Qaeda. Dalam rekaman itu terlihat seorang komandan Brigade Jundul Haramain mengakui pihaknya menjalin hubungan dengan Israel dan bahkan menerima bantuan dari rezim Zionis tersebut.

Dia menyatakan pihaknya telah lima kali masuk ke wilayah Israel dan telah menerima bantuan dana dan senjata di bawah koordinasi seorang perwira militer Israel. Dalam rekaman itu dia juga menjelaskan mekanisme perekrutan pasukan serta misi-misi yang dilancarkan Brigade Jundul Haramain. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL