isis irakBaghdad, LiputanIslam.com – Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Irak mengumumkan sebanyak 150 perempuan, sebagian di antaranya gadis dan ibu-ibu hamil, dibantai oleh kelompok teroris Abu Anas al-Libi yang merupakan bagian dari kelompok takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di kota Fallujah, provinsi Anbar, di bagian barat Irak.

“Kelompok al-Libi melakukan kejahatan ini setelah kaum perempuan itu menolak ide jihad nikah yang dikemukakan oleh kelompok teroris ini,” ungkap Kementerian HAM Irak Selasa kemarin (16/12), sebagaimana dilansir lembaga pemberitaan al-Sumaria.

“Geng-geng ISIS telah melancarkan operasi pembantaian besar-besaran di Fallujah dan mengubur para korbannya di kuburan massal di kawasan al-Zagharid, kawasan permukiman al-Jaulan dan kawasan al-Saqlawiyah,” lanjutnya.

Kementerian HAM Irak juga mengumumkan bahwa gerombolan teroris telah menjadikan Masjid Jami’ al-Hadihirah al-Muhammadiyah di Fallujah sebagai penjara bagi ratusan warga laki-laki dan perempuan yang memrotes aksi mereka.

Menteri HAM Irak Mohammad Mahdi al-Bayati Senin lalu (15/12) menyatakan bahwa kejahatan ISIS tak kalah besarnya dengan kejahatan diktator Irak terguling Saddam Hossein. Dia juga mengaku pihaknya bekerja keras untuk mendata dan mendokumentasikan semua kejahatan yang dilakukan ISIS terhadap seluruh elemen bangsa Irak.

Sementara itu, tokoh suku Albu Nimr Naim al-Ka’ud Selasa kemarin mendesak pemerintah Irak supaya segera menyelamatkan 5000 warga suku ini, termasuk perempuan dan anak kecil, yang terkepung ISIS di dekat Danau Tharthar di timur laut kota Ramadi sejak dua bulan lalu.
Menurut al-Ka’ud, jiwa ribuan orang itu terancam maut akibat kelaparan, kehausan, sakit dan cuaca musim dingin. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL