isis eksekusi di sinjarBeirut, LiputanIslam.com – Tim pencari fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah tiba di Irak untuk menyelidiki berbagai aksi kejahatan kelompok superekstrim Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak. Keputusan untuk mengirim tim pencari fakta telah diputuskan Dewan Hak Asasi Manusia PBB berdasarkan permintaan pemerintah Irak.

Lantas apa saja kejahatan ISIS yang akan diselidiki oleh tim pencari fakta tersebut?

Situs TV al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, Rabu (3/9) menyebutkan sebagai berikut;

Pertama, aksi pembunuhan massal yang terdokumentasi dalam rekaman audio dan visual yang menjadi kebanggaan ISIS. Para anggota kelompok teroris ini sangat antusias memublikasikan gambar-gambar diam dan bergerak yang mendomentasikan aksi kekejaman mereka.

Rekaman video pembunuhan wartawan Amerika Serikat (AS) adalah bagian kecil dari sekian banyak rekaman video yang disebarkan ISIS melalui dunia maya hingga membangkitkan kecaman internasional.

Sejak berhasil merebut dan menduduki kota Mosul di provinsi Nineveh di bagian utara Irak pada Juni lalu ISIS telah mengunggah gambar-gambar pembunuhan massal mahasiswa Akademi Angkatan Udara di Pangkalan Speicher, Tikrit.

Selain itu, telah ditemukan pula kuburan massal yang berisikan 1,700 korban pembantaian massal ISIS di Mosul.

Kedua, aksi teror dan pengusiran terhadap 4000 warga Kristen Mosul karena warga minoritas ini enggan memeluk agama Islam. Aksi ISIS itu menimbulkan gelombang terbesar pengusiran warga Kristen Irak dalam sejarah eksistensi umat Nasrani di Mesopotamia, yaitu kawasan antara Irak dan Suriah yang diapit oleh dua Sungai Tigris dan Eufrat.

Ketiga, serangan terhadap warga minoritas agama Yazidi yang telah menyebabkan sejumlah besar mereka terjebak dan terkepung di Gunung Sinjar dalam kondisi mengenaskan serta dampak lain berupa aksi penculikan dan perbudakan terhadap kaum wanita mereka hingga diperjual belikan di pasar-pasar di provinsi Nineveh.

Keempat, pemerkosaan terhadap kaum wanita Irak yang hingga kini belum diketahui pasti jumlah korbannya, namun dipastikan kejadiannya.

Kelima, rekrutmen anak kecil di bawah usia 13 tahun dan pelatihan mereka menggunakan senjata. Hal ini juga menjadi salah satu kebiadaban dan pelanggaran ISIS terhadap ketentuan hak asasi manusia.

Keenam, vandalisme terhadap cagar dan warisan budaya atau peninggalan-peninggalan sejarah di berbagai kawasan yang dikuasasi ISIS.

Selain telah menjarah isi musium-musium Irak, ISIS juga telah menghancurkan patung-patung bersejarah serta membumi hanguskan bangunan-bangunan dan makam religius di Mosul dan kawasan sekitarnya. Mereka di sana antara antara lain menghancurkan Biara Mar Behnam yang berusia 1800 tahun, meratakan dengan tanah makam-makam religius umat Yazidi , dan meledakkan bangunan makam Nabi Yunus as dan Nabi Sheit as. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL