isis hacker junaid hussainDamaskus, LiputanIslam.com – Sumber-sumber keamanan Inggris menyatakan bahwa Junaid Hussain, 21 tahun, anggota kelompok teroris ISIS kelahiran Inggris yang menjadi salah satu hacker atau peretas andalan ISIS diyakini tewas terkena serangan pesawat nirawak Amerika Serikat (AS) di Suriah. Demikian dilaporkan Guardian, Kamis (27/8).

Salah seorang sumber mengatakan bahwa peretas ISIS yang juga menggunakan nama Abu Hussain al-Britani itu bukan hanya seorang peretas, melainkan juga merupakan figur kunci dalam gerakan ISIS.

Junaid Hussain adalah anggota ISIS asal Inggris yang paling ternama setelah John Jihadi atau “John Penjagal”yang tersohor karena menjadi juru sembelih orang-orang Barat yang ditawan ISIS.

“Kami mengetahui laporan-laporan mengenai terbunuhnya seorang teroris ISIS berkebangsaan Inggris dalam peristiwa serangan udara koalisi di Suriah,” kata juru bicara pemerintah Inggris.

isis hacker junaid hussain-sally jones

Sally Jones

Junaid Hussain juga merupakan suami dari mantan roker Inggris Sally Jones, 45 tahun, yang pada tahun 2013 kabur bersama anaknya ke Raqqah, Suriah, setelah dibebaskan secara bersyarat oleh pemerintah Inggris.

Sky News belum lama ini melaporkan bahwa dua warga negara Inggris ini telah mengirim buku panduan operasi teror kepada seorang wartawan Sky News yang menyamar sebagai simpatisan mereka di media sosial. Keduanya meminta wartawan itu supaya tidak usah bergabung dengan mereka di Suriah, melainkan lebih baik tetap bertahan di Inggris untuk merintis sebuah kelompok yang akan menjadi cikal bakal “Negara Islam Inggris”.

Sky News saat itu menyebutkan bahwa ekstrimis bernama “Jihadi Hussain” asal Birmingham, Inggris, adalah satu di antara lima orang yang diincar dinas rahasia AS, CIA, untuk dihabisi melalui serangan udara di Suriah.

Koran Daily Telegraph belakangan juga mengungkapkan bahwa sejauh ini sudah ada 60 anggota ISIS asal Inggris yang terbunuh dalam pertempuran di Suriah dan Irak.

Menurut harian ini, ada data yang menunjukkan bahwa sekitar 1 di antara 10 orang Inggris yang datang ke Suriah dan Irak sebagai petempur ISIS telah terbunuh dalam akibat pertempuran, serangan udara dan atau serangan bunuh diri, yang sebagian nama di antaranya telah tersiar di media sosial simpatisan ISIS.

Diperkirakan bahwa sejak 2012 sampai sekarang terdapat sekitar 700 warga negara Inggris yang menyusup ke Suriah dan Irak untuk bergabung dalam kelompok-kelompok teroris semisal ISIS. Beberapa data juga menunjukkan bahwa pada tahun 2014 saja terdapat 43 wanita Inggris yang datang ke Suriah dan bergabung dengan ISIS.

Kelompok-kelompok teroris di Suriah dan Irak pada dasarnya adalah kelompok-kelompok yang dibidani oleh negara-negara Barat sendiri bersama beberapa negara Arab sekutunya untuk mengacaukan keamanan di Suriah dan Irak. Namun kelompok-kelompok itu dalam banyak hal kemudian lepas dari kendali mereka sehingga muncullah koalisi internasional anti ISIS pimpinan AS.

Karena itu, sebagaimana dinyatakan banyak kalangan di Timur Tengah, terutama di Irak dan Suriah sendiri, koalisi itu ditujukan bukan untuk menumpas ISIS dan kelompok-kelompok teroris lainnya, melainkan hanya sebatas mengendalikan bahaya mereka agar kepentingan Barat tidak sampai terusik. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL