mesir konferensi keagungan islamKairo, LiputanIslam.com – Grand Syeikh atau pemimpin tertinggi Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir, Ahmad al-Tayyeb, menyatakan ada beberapa negara Arab dan Islam yang mendukung organisasi-organisasi teroris.

Sebagaimana dilaporkan Alalam dan Mobtada Minggu (1/3/2015), Deputi al-Azhar Abbas Shouman selaku Syeikh Ahmad al-Tayyeb dalam konferensi bertajuk “Keagungan Islam dan Kesalahan Sebagian Kalangan Yang Terhubung Dengan Islam: Jalan Pembenahan” yang dibuka di Kairo pada Sabtu (28/2/2015) lalu menyatakan bahwa sasaran tembak para teroris bukan satu pemerintahan saja, melainkan seluruh negara Islam, terutama Mesir sebagai “jantung Arab yang berdetak”.

Pada konferensi yang juga dihadiri oleh Paus Theodoros (Tawadros) II dari Alexandria itu Shouman menambahkan bahwa Universirtas al-Azhar sendiri terus berusaha membenahi pemahaman mengenai “kekhalifahan dan kenegaraan dalam Islam”.

“Saya sampaikan di podium ini apa yang sudah menjadi kewajiban Imam Besar kepada para juru nasihat dan dakwah al-Azhar supaya mereka mendatangi masyarakat di mana saja berada, termasuk di warung-warung kopi, agar berbicara dengan mereka mengenai kepentingan tanah air dan bahaya kelompok-kelompok teroris,” ungkap Shouman.

Dia menambahkan, “Tidak benar pandangan yang mengatakan bahwa kelompok-kelompok teroris adalah produk keagamaan. Ada faktor-faktor lain yang sudah diketahui banyak orang telah menyebabkan kemunculan kelompok-kelompok teroris dan berkesesuaian dengan ambisi-ambisi imperialisme. Musuh lama mendukung dan menolong kelompok-kelompok ini, dan kitapun juga membantu mereka, memberikan label keagamaan kepada mereka, dan mengatakan bahwa mereka bertolak dari landasan keagamaan.”

Mewakili Syeikh Ahmad al-Tayyeb, Shouman juga mengatakan, “Ada negara-negara Arab dan Islam yang secara terselubung maupun terbuka membantu kelompok-kelompok ekstrimis dan memberikan apa yang mereka butuhkan.”

Shouman menegaskan bahwa Grand Syeikh al-Azhar menyerukan kepada negara-negara itu supaya “memutus dukungan kepada kelompok-kelompok teroris dan menutup channel-channel TV penebar fitnah yang menghasut angkatan bersenjata kami dan menggerakkan pembunuhan orang-orang yang tak berdosa, karena jika tidak maka kami berkewajiban memandang negara-negara itu sebagai negara-negara agresor.”

Negara-negara Arab dan Islam yang selama ini dikenal sebagai pendukung ISIS dan merasa diuntungkan oleh keberadaan ISIS yang mengacaukan keamanan Suriah dan Irak adalah negara-negara Arab Teluk Persia, terutama Arab Saudi, dan Turki. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*