Foto: Ilustrasi

Baghdad, LiputanIslam.com – Seorang gadis penganut sekte Yazidi Irak dilaporkan telah meminta pasukan Kurdistan negara ini, Peshmerga, supaya membombardir tempat dia bersama sejumlah besar kaum perempuan Yazidi lainnya disekap oleh kawanan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Sebagaimana dilaporkan Alalam Ahad (26/10), gadis yang enggan menyebutkan namanya itu berhasil menghubungi Peshmerga via telefon dan mengaku ingin segera mati karena tidak tahan menanggung penderitaan yang sedang dia alami bersama sesamanya.

Dia memberikan pengakuan yang sangat mengenaskan. Di satu pagi hari saja dia sudah perkosa dan digilir oleh kawanan ISIS sebanyak 30 kali. Pemerkosaan yang terjadi terus menerus membuatnya menderita sakit sehingga tidak mampu berjalan menuju kamar kecil. Dia diperlakukan sebagai budak seks sejak dia dan sesamanya ditawan oleh gerombolan ISIS di bagian barat Irak.

Dia menghubungi angota Peshmerga sambil menangis dan mengaku tidak ingin hidup lebih lama lagi sehingga meminta supaya pasukan Kurdistan Irak ini menggempur tempat dia berada jika mereka mengetahui tempat penyekapannya.

“Hidup menjadi mustahil bagi saya dengan segala penderitaan ini. Saya bahkan ingin bunuh diri kalaupun suatu saat saya dibebaskan,” katanya sembari tersedu.

Menurutnya, beberapa perempuan Yazidi yang lain telah berhasil menghabisi nyawanya sendiri karena tidak tahan dengan perlakuan ISIS terhadap mereka.

Pengakuan ini terungkap dalam wawancara BBC dengan seorang aktivis Kurdi bernama Karam yang menjalin komunikasi dengan Peshmerga.

“Seorang anggota Peshmerga telah menerima telefon dari seorang gadis yang menangis dan mengatakan, ‘Jika kamu mengetahui di mana kami berada maka tolong borbardir kami, karena sudah tidak ada lagi kehidupan bagi kami sekarang. Bagaimanapun saya harus bunuh diri, dan sudah ada beberapa perempuan yang telah bunuh diri pagi ini. Belum sampai tengah hari saya sudah diperkosa 30 kali sehingga saya tidak bisa pergi ke toilet, ’” kata Karam mengutip pengakuan gadis itu.

Pekan lalu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa ribuan warga Yazidi telah dibantai ISIS dengan kondisi yang mengingatkan orang pada peristiwa pembunuhan massal Srebrenica, Bosnia, 1995.

Para peneliti menyebutkan bahwa sebanyak 5,000 kaum pria Yazidi telah dibantai secara massal oleh ISIS, sedangkan kaum perempuan yang ditawan oleh gerombolan teroris sempalan al-Qeada ini mencapai sekitar 5,000 hingga 7,000 orang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL