bendera isis di arafah1LiputanIslam.com – Belakangan ini beredar foto-foto pemandangan tak wajar di Jabal Rahmah di Padang Arafah, yaitu foto seseorang mengibarkan bendera kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah saat jutaan jamaah haji sedang khusuk menunaikan salah satu manasik hajinya, yaitu berwukuf di Padang Arafah, pada Jumat lalu (3/10).

Dalam foto yang disebarkan oleh para aktivis Timur Tengah di media sosial (medsos) Facebook dan Twitter serta situs berbagai video Youtube itu terlihat jelas bendera hitam ISIS yang dikibarkan atas bukit di tengah kerumunan para jemaah haji yang berada di atas bukit.

Hal ini mengagetkan banyak kalangan karena di tengah ritual haji yang sedemikian suci dan sakral bagi umat Islam di seluruh dunia ternyata ada pihak-pihak yang bermaksud menodainya dengan bendera ISIS yang dikenal sebagai kawanan dan organisasi teroris sektarian yang dikenal paling sadis dan haus darah tersebut.

Menurut para aktivis, pengibaran bendera hitam kelompok terlarang di banyak negara itu sempat tertayang dalam siaran langsung TV satelit Arab Saudi, namun beberapa detik kemudian tayangan itu segera diputus oleh pihak studio.

Peristiwa tak wajar ini segera mendapat tanggapan dari Abdel Bari Atwan, jurnalis senior Timur Tengah dalam editorial situs berita Rai al-Youm yang dipimpinnya.bendera isis di arafah2

“Ketika saya sedang menonton siaran langsung wukuf di Arafah yang merupakan salah satu masy’ar suci di mana lebih dari dua juta jamaah haji yang berdatangan dari berbagai penjuru dunia untuk menunaikan kewajiban ibadah haji dengan bersama-sama mengenakan pakaian ihram warna putih dan wajah yang berseri-seri dan penuh harap akan keberuntungan dan keimanan itu tiba-tiba saya tertatap pada bendera (ISIS) bertuliskan warna putih ‘La ilaha illa Allah, Muhammad Rasulullah” yang terlihat berkibar di kejauhan di atas Jabal Rahmah,” tulis Atwan.

Dia menyoal, “Saya tidak tahu siapa yang mengibarkan bendera ini. Bendera itu tidak lama terlihat, melainkan hanya beberapa detik saja. Saya juga tidak tahu dan mana mungkin bisa tahu apa yang terjadi pada diri pengibar bendera itu.”

Atwan lantas menyebutkan bahwa hal itu terjadi padahal “kerajaan Saudi melarang segala bentuk aktivitas politik di tempat-tempat suci, apalagi pengibaran bendera ISIS yang bermusuhan dengan kerajaan ini, dan kerajaanpun menganggapnya sebagai puncak teroris.”

Jurnalis ternama berdarah Palestina ini mengingatkan bahwa keberadaan bendera ISIS di tempat-tempat suci seperti Jabal Rahmah itu bisa saja sekedar kebetulan dan spontan saja, atau karena sebatas akibat euforia seorang jemaah haji, tapi bisa juga terjadi dengan perencanaan yang matang. Menurutnya, bagaimanapun juga tindakan itu membawa pesan yang sangat krusial dan sekaligus berbahaya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL