isis eksekusi3Damaskus, LiputanIslam.com – Sebanyak 16 anggota kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tewas digempur Pasukan Arab Suriah (SAA) di provinsi Quneitra, Suriah, di dekat dataran tinggi Golan. Demikian dilaporkan Lembaga Pengawas HAM Suriah, sebagaimana dilansir kantor berita Xinhua Jumat (5/9). Laporan lain menyebutkan bahwa ISIS telah mengeksekusi mati 44 anggotanya sendiri di Raqqah, bagian timur Suriah.

Dalam peristiwa di Quneitra disebutkan bahwa pasukan udara SAA telah menggempur beberapa posisi ISIS di wilayah pinggiran provinsi tersebut hingga menjatuhkan 16 korban tewas di pihak ISIS.

Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa pasukan militer dan keamanan Suriah juga telah melancarkan serangan artileri ke wilayah Naba al-Sakhir di provinsi tersebut mengakibatkan beberapa anggota kawanan bersenjata menderita luka-luka.

Sebelumnya, LSM yang berbasis di London, Inggris, itu juga melaporkan bahwa Kamis lalu (4/9) SAA telah menggempur bangunan bekas kantor Badan Keamanan Suriah di kota Albu Kamal di dekat perbatasan Irak mengakibatkan beberapa anggota ISIS tewas.

Laporan lain dari beberapa lembaga pemberitaan termasuk ONA, Alalam dan Alhadathnews Jumat kemarin menyebutkan ISIS telah menghukum mati 44 anggotanya dalam dua tahap.

Pada tahap pertama ISIS mengeksekusi 30 anggotanya yang terlibat dalam perang di bandara Raqqah, termasuk Abu Umar al-Tunisi yang berstatus sebagai amir, dengan tuduhan telah menolak instruksi serangan komandan pasukan ISIS yang bernama Abu Umar al-Shisani.

Sedangkan pada tahap kedua ISIS mengeksekusi 14 anggotanya dengan tuduhan yang sama.

Di provinsi Deir al-Zor, ISIS juga dilaporkan telah mengeksekusi mati dan kemudian menyalib seorang pemuda penduduk distrik al-Asharah.

Lembaga Pengawas HAM Suriah menyebutkan bahwa pemuda itu dituduh telah menjadi kafir dan murtad menyusul peristiwa unjuk rasa ratusan massa yang menuntut ISIS supaya meninggalkan distrik tersebut.

Dalam peristiwa unjuk rasa itu sendiri para anggota ISIS juga telah menembaki massa dan menangkap sejumlah orang.

Menurut LSM tersebut, aksi menghukum mati sudah menjadi tradisi ISIS untuk menakuti-nakuti siapapun yang berpikir untuk menentang atau melawan kekuasaan ISIS. Untuk memperkuat pesan itu, ISIS bahkan telah mengeksekusi pemuda tersebut padahal kelompok teroris takfiri beraliran Salafi/Wahabi itu mengetahui bahwa dia tidak terlibat sama sekali dengan unjuk rasa tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL