turki demo kurdiAnkara, LiputanIslam.com – Demonstrasi anti kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di berbagai kota berpenduduk Kurdi di Turki Selasa kemarin (7/10) berubah menjadi ajang kerusuhan dan bentrokan antara aparat keamanan dan demonstran. Akibatnya, minimal 9 orang tewas dan puluhan lainnya menderita luka-luka.

Menurut laporan Reuters, di antara para korban tewas itu lima orang jatuh di kota Diyarbakir yang mayoritas penduduknya bersuku Kurdi, satu di Varto, satu lainnya di Batman, dan dua lagi di provinsi Siirt.

Unjuk rasa anti ISIS terjadi tidak hanya di kota-kota berpenduduk Kurdi Turki, melainkan juga Ankara dan Istanbul di mana para pengunjuk rasa dihadapi aparat dengan tembakan gas air mata. Unjuk rasa dilancarkan warga Kurdi Turki untuk menandai solidaritas mereka atas kondisi warga Kurdi Suriah di kota Ain al-Arab atau Kobane yang terletak di dekat perbatasan antara Suriah dan Turki serta terkepung oleh pasukan teroris ISIS.

Partai Kurdi Turki menyatakan, “Situasi di Kobane sangat kritis. Kami menyerukan kepada rakyat kami supaya keluar ke jalan-jalan, atau mendukung mereka yang turun ke jalan, sebagai protes terhadap serangan ISIS dan sikap Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa dalam masalah Kobane.”

Menyusul kerusuhan berdarah tersebut aparat keamanan menerapkan jam malam di berbagai kota berpenduduk Kurdi. Kantor berita Dogan, Turki, melaporkan bahwa polisi berpatroli secara ketat di kota-kota tersebut sembari menggunakan pengeras suara menyerukan kepada penduduk supaya mematuhi ketentuan jam malam yang diterapkan mulai Rabu pagi (8/10) pukul 07.00 waktu setempat.

Diumumkan pula bahwa secara serempak semua sekolah dan universitas diliburkan antara satu hingga tiga hari di provinsi Diyarbakir Hakkari, Van, Mardin dan beberapa provinsi berpenduduk Kurdi lain di bagian timur dan selatan Turki.

Massa menuduh pemerintah Turki tidak mempedulikan nasib penduduk Kobane, namun tuduhan itu dibantah oleh Wakil Perdana Menteri Turki Yelcin Akdogan.

“Tindakan pemerintah Ankara transparan dan berorientasikan kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Efkan Ala saat mengecam unjuk rasa itu mengatakan, “Kekerasan bukanlah solusi. Kekerasan memicu pembalasan. Sikap irasional ini harus segera berakhir.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL