hezbollah lebanonBeirut, LiputanIslam.com – Belasan ekstrimis takfiri bersenjata dilaporkan tewas dan sejumlah besar lainnya menderita luka-luka dalam pertempuran dengan milisi Hizbullah Lebanon, Ahad (5/10). Demikian dilaporkan oleh berbagai media Arab, termasuk el-Nashra, an-Nahar, dan Kataeb.

Situs pemberitaan el-Nashra saat melaporkan hal ini menyebutkan bahwa telah terjadi pertempuran sengit antara milisi Hizbullah dan kawanan teroris takfiri di wilayah pegunungan Asal al-Ward yang terletak di wilayah perbatasan antara Lebanon dan Suriah.

Reporter el-Nashra mengaku mendapatkan informasi yang menyatakan sekitar 10 militan bersenjata tewas saat kawanan teroris melancarkan serangan besar-besaran terhadap posisi Hizbullah. Selain itu, beberapa kawanan bersenjata juga berhasil diringkus oleh Hizbullah di kawasan Baretal.

Situs koran an-Nahar juga memberitakan peristiwa yang sama sembari menyebutkan bahwa pertempuran itu melibatkan senjata berat dan sebanyak puluhan teroris bersenjata dan dua anggota Hizbullah tewas.

Menurut informasi yang diperoleh al-Nahar, kawanan bersenjata itu adalah pasukan kelompok brutal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Front al-Nusra. Mereka datang dari sahara Arsal melintasi wilayah Asal al-Ward, Suriah, kemudian melancarkan serangan dari beberapa arah ke kawasan Brital, tempat sebagian milisi Hizbullah berada.

Serangan untuk menguasai beberapa desa di Lembah Beka itu dihadang oleh milisi Hizbullah hingga jatuh puluhan korban tewas di pihak penyerang. An-Nahar juga menyebutkan bahwa beberapa mayat teroris dibawa oleh milisi Hizbullah.

Masih tentang kejadian yang sama, situs Kataeb melaporkan bahwa seorang narasumber yang dekat dengan Hizbullah mengatakan, “Lebih dari 16 militan bersenjata yang terafiliasi dengan al-Qaeda tewas dalam pertempuran dengan Hizbullah di bagian timur Lebanon.”

Menurut situs ini, salah satu ekstrimis yang tewas di tangan Hizbullah adalah seorang petinggi Front al-Nusra bernama Mohammad Khaled Hamzah Shuhaib. Jezanahnya dibawa Rumah Sakit al-Rahmah di Arsal.

Mengutip keterangan pejabat keamanan Lebanon, situs ini menambahkan bahwa kawanan bersenjata itu sempat menguasai posisi Hizbullah di sebuah desa di sahara Brital, namun mereka hanya bertahan sekitar 30 menit karena mereka memilih kabur setelah didatangi dan diterjang serangan hebat personil bantuan Hizbullah dari beberapa arah hingga jatuh banyak korban di pihak mereka.

Kataeb menyebutkan bahwa pihak militer Lebanon mengaku tidak ikut terlibat dalam pertempuran sengit tersebut.

Malam sebelumnya, pasukan Lebanon juga terlibat pertempuran dengan kawanan teroris takfiri di wilayah pegunungan Arsal di bagian timur laut negara ini di dekat perbatasan Suriah. Namun tidak ada laporan mengenai akibat pertempuran itu. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL