CIAWashington, LiputanIslam.com – Dinas Rahasia Amerika Serikat (CIA) menyodorkan angka baru yang tiga kali lebih besar daripada angka yang beredar sebelumnya mengenai jumlah petempur kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Menurut laporan CNN, CIA memperkirakan jumlah pasukan ekstrimis takfiri sempalan jaringan teroris al-Qaeda itu mencapai antara 20000 hingga 31500 orang di seluruh penjuru Irak dan Suriah.

Perkiraan itu dikemukakan oleh seorang juru bicara CIA kepada CNN Kamis (11/9), sementara para analis dan pejabat AS sebelumnya menyebutkan jumlah sekitar 10000 petempur, termasuk orang-orang yang telah dibebaskan ISIS dari berbagai penjara serta orang-orang yang bergabung dengan ISIS di sepanjang kota dan daerah yang berhasil dikuasai ISIS.

“Total jumlah ini merefleksikan peningkatan anggota akibat kuatnya rekrutmen sejak Juni lalu menyusul kesuksesan (ISIS) di medan pertempuran, deklarasi kekhalifahan, aktivitas pertempuran yang lebih besar dan peningkatan kecerdasan,” ujarnya.

Berita ini mengemuka sehari setelah Presiden AS Barack Obama memaparkan rencananya untuk “membongkar dan akhirnya menghancurkan” ISIS, termasuk melalui serangan udara.

Seorang narasumber CIA mengatakan kepada CNN bahwa sebanyak lebih dari 15000 petempur asing, 2000 di antaranya dari berbagai negara Barat, telah berdatangan ke Suriah dari 80 negara lebih. Tapi, menurutnya, tidak jelas apakah mereka petempur ISIS ataukah anggota kelompok-kelompok bersenjata lain yang ikut berperang melawan pemerintah Suriah.

Sementara itu, seorang anggota parlemen dari partai oposisi Gerakan Nasional Turki, Yusuf Halacoglu, menyatakan sebanyak 5000 warga Turki terlibat dalam gerakan ISIS. Menurut laporan koran Yenicag Turki, dia meminta partai pemerintah bertanggungjawab atas banyaknya warga negara Turki yang menjadi anggota kelompok teroris yang menghebohkan tersebut.

“Kami tidak mengetahui jumlah kongkret teroris ISIS yang tersebar di wilayah Turki, dan masalah ini menjadi ancaman besar bagi Turki,” kata Halacoglu dalam sebuah jumpa pers.

Dia juga menuduh Partai Keadilan dan Pembangunan Tuki pimpinan Perdana Menteri Ahmet Davotoglu selama 12 tahun terakhir ini telah menciptakan generasi muda yang berpotensi menjadi anggota ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL