In Picture: Anti-Islamic acts by so-called Islamic State in IraqBaghdad, LiputanIslam.com – Penduduk kota Mosul, Provinsi Nineveh, Irak utara, dilaporkan sedang mempersiapkan diri untuk bangkit mengangkat senjata melawan kelompok teroris Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS). Perkembangan ini terjadi menyusul kebrutalan ISIS meledakkan makam-makam yang sangat dimuliakan oleh penduduk setempat, khususnya makam para nabi as.

Sebagaimana diberitakan al-Alam, Juru bicara Komando Umum Angkatan Bersenjata Irak, Brigjen Qassim Atta, dalam jumpa pers di Baghdad Ahad (27/7 ) mengatakan, “Penduduk Mosul mulai membentuk kelompok-kelompok bersenjata untuk memerangi ISIS. Provinsi Nineveh mulai mengalami kebangkitan rakyat menyusul peledakan makam Nabi Yunus dan makam-makam religius lainnya. Mereka berjanji akan meng-qisas para penjahat.”

Atta menambahkan bahwa militer Irak akan segera menumpas ISIS di Mosul. “Hari pembalasan terhadap ISIS di Nineveh akan tiba segera setelah semua persiapan dilakukan untuk membersihkan provinsi ini jengkal demi jengkal,” ujar Atta.

Dia juga berjanji akan memburu orang-orang yg terlibat dalam aksi peledakan makam-makam mulia di depan “orang-orang yang lemah mental” tersebut.

Dia juga mengatakan, “Keluarga-keluarga yang mengungsi dari Mosul akan segera kembali sesudah pembebasan kota ini.”

Untuk diketahui, Jumat sore (25/7) ISIS meledakkan makam Nabi Sheits as dan Nabi Jirjis as di kota Mosul. Sehari sebelumnya, mereka juga meledakkan makam dan Masjid Agung Nabi Yunus as yang merupakan salah satu monumen kebudayaan dan keagamaan di kota Mosul. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL