بطلة "زهرة حلب" لا تعبأ بتهديدات التكفيريينKairo, LiputanIslam.com – Aktris Tunisia Hend Sabri, pemeran dalam film “Zahrat Halab” (Flower of Aleppo) yang sedang digarap dan akan menguak kebejatan kawanan teroris ISIS mendapat ancaman pembunuhan dari kelompok-kelompok takfiri beraliran Salafi/Wahabi .
Namun demikian, sebagaimana dilaporkan Middle East Online, aktris yang tinggal di Kairo, Mesir, dan juga berprofesi sebagai pengacara ini mengaku tidak takut kecuali kepada Allah Swt, karena dia merasa benar dan bahkan mengimbau masyarakat dunia supaya lebih menyadari kebejatan ISIS.

Ancaman itu sendiri dilayangkan ke akun resminya di beberapa media sosial. Dalam ancaman itu disebutkan bahwa dia akan mendapatkan resiko yang fatal akibat film besutan Ridha Behi yang digarap di Tunisia dan Lebanon serta melibatkan sejumlah bintang film Tunisia dan Suriah, termasuk Hisham Rostam, Fatimah Nasser, Bassem Lotfy, Mohammed al-Rashi dan Jihad Zoghby, itu.

“Saya tampil lagi di sinema Tunisia melalui film ini setelah absen selama tujuh tahun. Film ini berkenaan dengan pembelengguan manusia dengan kedok agama, dan tentang nasib anak-anak kecil yang lahir akibat jihad nikah serta buruknya kondisi mereka secara hukum,” ujarnya.

Hend Sabri mengaku sengaja ikut memerangi “jihad nikah” dengan berperan dalam film itu sebagai wartawan yang menyajikan laporan-laporan mengenai kondisi kaum perempuan Suriah yang mengalami pelecehan seksual atas nama agama.

Menurutnya, persoalan jihad nikah ini menjadi masalah bukan hanya di Suriah, melainkan juga di negaranya, Tunisia. Dia menjelaskan bahwa nikah ala teroris ini telah menimbulkan problematika sosial, hukum dan kejiwaan, sementara Flower of Aleppo akan membeberkan berbagai ketidak jelasan mengenai kondisi anak-anak hasil jihad nikah.

“Pemerintah Tunisia tidak sanggup membuat undang-undang yang melindungi anak-anak hasil hubungan ilegal yang dipicu oleh fatwa-fatwa ekstrim itu…. Bagaimana nasib anak-anak yang datang ke dunia ini akibat nikah itu?” tuturnya.

Ibu dari dua puteri itu mengaku tidak cemas terhadap ancaman para takfiri, dan dia tetap akan peduli kepada nasib manusia. Menurutnya, seniman sejati adalah mereka yang dapat menyorot semua persoalan sosial dan memberikan solusi.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tunisia adalah lembaga resmi pertama yang angkat bicara mengenai dampak jihad nikah. Lembaga ini melaporkan banyaknya anak-anak gadis Tunisia yang berangkat ke Suriah untuk memenuhi seruan jihad nikah yang dipropagandakan ISIS di jejaring sosial. Tanpa menyebutkan jumlah, Kemendagri Tunisia menyatakan bahwa anak-anak gadis itu kemudian pulang ke Tunisia dalam kondisi hamil dan tak jelas siapa suaminya.

Kementerian Urusan Perempuan Tunisia menentang fatwa-fatwa jihad nikah yang dipropagandakan oleh para ekstrimis dengan tujuan memenuhi hasrat seksual para “jihadis” agar mereka tetap betah melanjutkan aksinya di Suriah dan Irak. Sembari menyerukan kepada semua instansi terkait supaya menempuh tindakan-tindakan hukum terhadap mereka, kementerian ini juga menyebut jihad nikah sebagai “tindakan bejat yang melanggar norma-norma agama dan moral masyarakat Tunisia serta menyalahi konvensi-konvensi HAM internasional.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL