isis dan tentara turkiLiputanIslam.com – Sebuah penggalan video amatir yang merekam percakapan gambar antara dua pria yang diklaim sebagai anggota kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan pasukan penjaga perbatasan Turki-Suriah telah beredar belum lama ini.

Video itu diunggah di situs berbagi video YouTube pada Selasa 28 Oktober namun direkam pada 22 Oktober lalu di sebuah lokasi di Perbukitan Zarova di dekat perbatasan antara Turki dan Suriah. .

Dalam penggalan video tanpa suara dan berdurasi 1 menit 10 detik itu terlihat beberapa tentara Turki keluar dari kendaraan militer di sisi pos perbatasan kemudian terlibat percakapan di ruang terbuka dengan dua pria yang satu di antaranya berkulit hitam dan satu lainnya berkulit putih dan bercambang lebat dan panjang dengan pakaian dan penampilan seperti lazimnya para anggota ISIS. Tentara Turki keluar dari mobil patroli yang baru datang di sisi pos, sementara dua pria tersebut sudah berdiri sejak awal di dataran yang lebih rendah.

Percakapan itu terlihat dilakukan sambil lalu dan rileks sehingga mengesankan bahwa mereka sudah terbiasa bertemu dan berkomunikasi sedemikian rupa.

Video itu dapat disaksikan di bawah ini:

Video ini tak urung membangkitkan lagi pertanyaan seputar sikap kontroversial Turki terhadap kelompok teroris pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi yang diperangi oleh banyak negara tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir ini pemerintah Ankara menjadi sasaran kritikan karena telah menghalangi pengiriman bantuan militer, medis dan kemanusiaan ke kota Kobane, Suriah, yang diserang dan dikepung ISIS sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kemungkinan akan terjadinya genosida di kota berpenduduk Kurdi Suriah tersebut.

Ankara selama ini tidak pernah kooperatif dengan harapan masyarakat dunia terkait kondisi kota yang terletak di sisi perbatasan antara Suriah dan Turki tersebut. Ankara bersikap demikian dengan alasan pihaknya khawatir terhadap kemungkinan dikuasainya kota itu oleh milisi Kurdi Suriah yang terafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan Turki (PKK) yang dinyatakan Ankara sebagai kelompok teroris karena berperang melawan pasukan Turki demi wilayah otonomi Kurdi di bagian tenggara negara ini sejak 1980.

Namun demikian, akhir pekan lalu secara tak terduga Ankara menyetujui masuknya pasukan Kurdistan Irak, Peshmerga, ke wilayah Turki untuk menyeberang ke Kobane.

Kobane dan wilayah sekitarnya diserang habis-habisan oleh ISIS sejak pertengahan September lalu hingga kemudian pasukan teroris itu berhasil masuk ke dalam kota dan menguasai beberapa bagian di antaranya. Namun hingga kini Kobane belum jatuh sepenuhnya ke tangan mereka karena para pejuang Kurdi setempat terus berusaha mempertahankannya. Diperkirakan sekitar 800 orang dari masing-masing pihak tewas akibat pertempuran di sana.

Belakangan dilaporkan bahwa sebanyak 150 personil Peshmerga telah masuk ke wilayah Turki dan diperkirakan sudah tiba di Kobane untuk membantu milisi Kurdi setempat melawan ISIS dan mempertahankan kota tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL