hukum rajam isis

Hukuman rajam yang diterapkan ISIS terhadap dua orang dalam sebuah kasus di kota Homs, Suriah, April 2015

Mayadin, LiputanIslam.com –  Bukan ISIS kalau tak serba hukuman mati bagi orang yang mereka anggap melanggar hukum agama, termasuk orang yang tak berpuasa di bulan suci Ramadhan.

Beberapa sumber di provinsi Deir al-Zour di bagian timur Suriah menyatakan ISIS telah mengeksekusi dua remaja warga setempat dengan cara dicambuk hingga sekarat dan tewas. Keduanya dihukum dengan cara demikian karena diketahui tidak berpuasa tanpa alasan yang sah menurut syariat. Pencambukan itu terjadi di kota Mayadin yang dikuasai ISIS.

Tragisnya lagi, sebagaimana dilaporkan Rai al-Youm Rabu (24/6), mayat dua remaja malang yang berusia di bawah 18 tahun itu dibiarkan bergelantung terikat tali sejak siang hingga malam, dan di sampingnya dipasang tulisan yang menyebutkan dakwaan atas keduanya.

Sumber-sumber itu menyebutkan bahwa ISIS melakukan pemantauan secara ketat di jalanan, pasar-pasar dan tempat-tempat umum lainnya. Tak hanya itu, ISIS terkadang juga melakukan inspeksi mendadak ke rumah-rumah penduduk untuk memastikan penghuninya berpuasa atau tidak.

Sebelumnya, para imam Jumat di wilayah kekuasaan ISIS mengingatkan bahwa orang yang tak berpuasa akan dikenai hukuman mati.
Sementara itu, biro informasi “Wilayat Ninawa” yang bernaung di bawah ISIS Rabu kemarin memublikasikan rekaman video eksekusi terhadap “empat mata-mata yang telah menyebabkan kematian orang-orang Islam di kota Mosul”.

Dalam video itu terlihat tiga kreasi baru ISIS dalam menghukum mati para korbannya. Pertama, memasukkan para korban ke dalam mobil yang terkunci kemudian meledakkan mobil itu dengan tembakan peluru RPG. Kedua, memasukkan para korban ke dalam sangkar besi kemudian menenggelamkannya ke dalam air. Terakhir, para korban dikumpulkan di satu tempat kemudian diledakkan dengan bom hingga tubuh mereka hancur dan berhamburan ke angkasa.

Beberapa hari lalu ISIS telah mengeksekusi 60 orang di Mosul dengan dakwaan berkhianat dan menjadi antek pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL