relawan irakBaghdad, LiputanIslam.com – Ulama besar kaum Syiah Irak Grand Ayatollah Ali Sistani Jumat (31/10) menyerukan kepada pemerintah Baghdad supaya membantu suku-suku Sunni yang berjuang dan mengangkat senjata melawan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Bersamaan dengan ini Menteri Pertahanan Irak Khaled al-Obeidi menyatakan pasukan Irak dan kelompok-kelompok suku akan dapat membebaskan provinsi Anbar dalam jangka waktu satu bulan.

Menurut laporan Reuters dari Baghdad, seruan ini dinyatakan menyusul peristiwa pembunuhan massal ISIS terhadap sedikitnya 220 penduduk bersuku Sunni Albu Nimr di bagian barat Irak pada pekan ini.

Dalam statemen yang dibacakan oleh asistennya usai penyelenggaraan shalat Jumat di kota Karbala, Irak, Sistani menegaskan, “Pemerintah Irak hendaknya memberikan dukungan secepatnya kepada suku-suku yang sedang berperang melawan teroris ISIS.”

Dia menambahkan, “Hal ini memberikan kesempatan bagi suku-suku lain untuk bergabung berjuang melawan ISIS.”

Reuters menyebutkan bahwa Kamis lalu telah ditemukan dua kuburan massal di provinsi Anbar yang menimbun sedikitnya 220 warga suku Albu Nimr. Mayat-mayat yang ditemukan itu sebagian besar adalah polisi dan anggota milisi yang menamakan dirinya al-Sahwah yang dibentuk dengan bantuan AS pada tahun 2006 – 2007 untuk memerangi al-Qaeda.

Washington berharap pemerintah Irak dapat membangun koalisi dengan suku-suku Sunni, khususnya di provinsi Anbar. Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS Jenderal Martin Dempsey menyatakan Washington bersedia melanjutkan misi terbatasnya di Irak dan mengirim pasukan ke provinsi Anbar dengan syarat pemerintah Baghdad bersedia mempersenjatai suku-suku Sunni.

Masih menurut Reuters, AS sebelumnya tidak pernah menyebut-nyebut soal operasi darat di Irak, namun sekitar 1,400 personil tentara AS sudah ditempatkan di Irak yang 600 di antaranya terlibat konsultasi dengan pasukan Irak di Baghdad dan Arbil, tapi tidak ada satupun yang ditempatkan di provinsi Anbar.

Laporan lain dari al-Sumaria menyebutkan bahwa Menteri Pertahanan Irak Khaled al-Obeidi dalam pertemuan dengan para komandan militer Irak di pangkalan Ain al-Asad, provinsi Anbar, Jumat kemarin menyatakan bahwa pasukan keamanan dan kelompok-kelompok suku akan dapat membebaskan provinsi ini dalam jangka waktu satu bulan.

Dia mengadakan pertemuan itu untuk meninjau strategi yang telah dipersiapkan untuk membebaskan distrik Hit dan dua kawasan Kabisah dan al-Furat di bagian barat Anbar. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL