Peter Kassig

Peter Kassig saat bertugas sebagai pekerja bantuan kemanusiaan di Suriah.

Washington, LiputanIslam.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengakui dan membenarkan bahwa satu lagi warganya telah dipenggal oleh kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), sebagaimana terlihat dalam video berdurasi 16 menit yang dipublikasikan kelompok teroris ini Minggu kemarin (16/11).

Kutukan atas sadisme ISIS terhadap warga AS bernama Peter Kassig, 26 tahun, yang bertugas sebagai pekerja bantuan kemanusiaan di Suriah itu bahkan segera meluncur langsung dari Presiden AS Barack Obama dengan menyebut aksi itu sebagai “kejahatan murni”.

“Kassig telah diambil dari kami dalam sebuah aksi kejahatan murni oleh kelompok teroris yang seakan bahwa dunia telah benar-benar berasosiasi dengan kekejaman,” katanya, sebagaimana dikutip situs CNN.

Dalam video yang dirilis ISIS terlihat Kassig yang disebut-sebut telah masuk Islam dan mengubah namanya menjadi Abdul-Rahman Kassig itu dibariskan bersama 18 pria lain yang diklaim ISIS sebagai tentara Suriah di sebuah tempat terbuka. Mereka kemudian dipenggal dalam posisi berlutut.

Di situ juga terlihat pria yang oleh berbagai media disebutkan sebagai algojo yang telah membunuh empat sandera Barat sebelumnya. Disebutkan bahwa dalam peristiwa terbaru ini dia pula yang mengeksekusi Kassig dengan cara sadis tersebut, sementara surat kabar Daily Mail mengklaim bahwa pria yang berbicara bahasa Inggris dengan aksen British itu cidera terkena serangan pasukan koalisi.

Menurut pengakuan ISIS, adegan eksekusi itu direkam di sebuah kawasan bernama Dabiq di utara kota Aleppo, Suriah, di dekat perbatasan Turki. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL