Pria Suriah menangisi kehancuran rumahnya, foto: Daily Star

Pria Suriah menangisi kehancuran rumahnya, foto: Daily Star

Oleh: Putu Heri

Wajah pria plontos berbaju oranye itu, sejak diunggah di berbagai media, sangat mengganggu hari-hari saya.  James Foley, begitu nama wartawan malang itu, hidupnya berakhir mengenaskan di tangan seorang teroris ISIS yang tak berperikemanusiaan – yang kekejamannya sulit untuk digambarkan dengan kata-kata.

Sebagai seorang wartawan, ia hanya menjalankan kewajibannya. Siapa sangka, jika ia menjadi tumbal atas kesalahan—yang bukan dilakukan olehnya.

Obama, Presiden Amerika Serikat menyatakan bahwa peristiwa itu merupakan aksi kekerasan yang mengguncangkan kesadaran seluruh masyarakat dunia. Tentu, Obama tidak keliru, hati siapapun akan terguncang melihat kejadian mengerikan itu. Hanya saja, bukankah ISIS diciptakan oleh Badan Intelejen AS, Inggris dan Israel?

Jika satu wartawan AS yang digorok saja terasa begitu mengguncang, lantas bagaimana dengan jatuhnya ratusan ribu korban jiwa di Suriah — baik dengan cara digorok, ditembak, ataupun dibom?

Tiga tahun perang Suriah, yang bermula pada Maret 2011, telah menelan korban jiwa sejumlah 180.215 orang. Dari laporan Human Right Watch yang dilansir Daily Stars, 21 Agustus 2014,   sejumlah 58. 805 rakyat sipil, 49.699 pasukan pemberontak dari berbagai faksi, 40.438 Tentara Suriah, 25.927 pasukan pro-pemerintah Suriah, 561 Tentara Hizbullah, dan 1. 854 pejuang asing pro-pemerintah Suriah telah kehilangan nyawanya sepanjang konflik.

Dan, pernahkah Anda, Obama, menyatakan bahwa tragedi Suriah ini mengguncang nurani—lalu Anda menghentikan dukungan kepada teroris-teroris ini?

Anda mendukung teroris dengan dalih melindungi rakyat Suriah dari ‘diktator kejam’ Bahsar Al-Assad? Namun faktanya jauh berbeda. Assad bahkan  dipilih sebagai presiden untuk ketiga kalinya oleh rakyat Suriah dengan perolehan suara 88,7%.

Paradoks yang sama, saya jumpai dalam maklumat Front Pembela Islam (FPI) terkait keberadaan ISIS. Berikut ini kutipan dari pernyataan FPI:

FPI tetap setia mendukung Gerakan Jihad Islam di seluruh dunia dalam melawan segala bentuk kezaliman Hegemony Global untuk menuju terbentuknya Khilafah Islamiyah ‘Alamiyyah sesuai manhaj Nubuwwah.”

FPI menyerukan seluruh  Gerakan Jihad Islam agar bersatu dan bahu membahu dalam melaksanakan jihad yang syari tanpa membunuh atau menganiaya warga sipil yang tidak terlibat dalam peperangan, apapun madzhab dan agamanya.

FPI mendukung seruan dan nasehat Pimpinan Al-Qaida Syeikh Aiman Az-Zhawahiri bahwa seluruh komponen Jihad Al-Qaidah baik Pasukan Syeikh Muhammad Al-Jaulani di Syria maupun Pasukan Syeikh Abu Bakar Al-Baghdadi di Iraq, serta komponen Jihad Al-Qaidah lainnya agar bersatu dan bersaudara dengan segenap Muhajidin Islam di seluruh Dunia untuk melanjutkan Jihad di Syria, Iraq, Palestina, dan negeri-negeri Islam lainnya yang tertindas.

Apakah ini berarti, FPI mendukung Khilafah Islamiyah ala ISIS? Kita mengetahui bahwa ISIS mengklaim telah mendirikan Khilafah Islamiyah, dan mengaku telah menjalankan syariat Islam sesuai ideologinya. Maka pertanyaan saya untuk FPI, apakah benar tindakan-tindakan yang dilakukan ISIS, seperti memaksa para wanita menikah dengan mereka? Atau melakukan penyembelihan terhadap rakyat Suriah dan Irak? Apakah hal itu sesuai dengan syariat Islam?

FPI juga membenarkan Gerakan Jihad Islam yang syari, yang tidak mengorbankan rakyat sipil. Lantas, bagaimana dengan kasus James Foley tersebut? Dia hanya seorang wartawan, ia hanya sedang bertugas, ia tak berdaya, namun teroris ISIS tetap menyembelihnya. Inikah yang disebut jihad syari?

Dan yang tak kalah mengerikan, FPI juga merujuk pada seruan Ayman Zhawahiri – puncuk pimpinan Al-Qaeda untuk melanjutkan jihad di negara lainnya.

Padahal, Al-Qaeda dan affiliasinya di berbagai negara, telah melakukan kejahatan kemanusiaan – atas nama agama. Anda memilih mendengarkan Ayman, ketimbang mendengarkan ulama-ulama Ahlussunah yang begitu welas asih sebagaiamana Syekih Ahmad Hassoun, yang menyeru kepada semua pihak untuk berdamai. Atau mendengarkan pernyataan ulama-ulama Al-Azhar, yang menolak menisbatkan kekejaman ISIS dengan Islam.

Jelas sudah, wajah FPI hari ini. FPI bukan lagi hanya sekedar ormas yang membela Islam, namun juga — merupakan ormas pendukung teroris yang mengatasnamakan Islam.

————————

Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini, silahkan kirimkan ke redaksi@liputanislam.com

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL