irak aliyah NassifBaghdad, LiputanIslam.com – Anggota parlemen Irak Aliyah Nassif menegaskan bahwa tindakan pesawat-pesawat Amerika Serikat (AS) menjatuhkan paket-paket bantuan kepada kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) merupakan tindakan yang disengaja dan pelanggaran terhadap hukum dan konvensi internasional.

“Penerbangan pesawat-pesawat AS di wilayah udara Irak, khususnya di kawasan yang dicengkram organisasi teroris ISIS, serta tindakan mereka menerjunkan peti-peti dan paket-paket bantuan di sana tidak mungkin dapat kita anggap sebagai kesalahan yang tak disengaja setelah terjadi lebih dari satu kali, melainkan merupakan tindakan yang disengaja dan pelanggaran terhadap undang-undang dan konvensi internasional,” ungkap Nassif, sebagaimana dilansir al-Sumaria News, Kamis (1/1/2015).

Dia mendesak pemerintah dan Kementerian Luar Negeri Irak supaya “mengirim nota protes kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait perilaku AS yang hanya dapat diartikan dengan satu tafsiran itu.”

“Tafsiran ini tentunya tidak menarik bagi pemerintah AS yang menganggap bangsa Irak dan bangsa-bangsa regional sebagai manusia-manusia polos yang mudah mempercayai apa saja,” katanya.

Nassif meminta khalayak dunia mengutuk keras apa yang disebutnya sebagai modus AS untuk memperpanjang perang melawan ISIS.
Berbagai media lokal Irak 26 Desember lalu ramai-ramai memublikasikan penggalan rekaman video penerjunan parasut secara mencurigakan oleh pesawat pasukan koalisi di kawasan al-Khadirah Timur di bagian selatan provinsi Salahuddin. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*