mobil isis hancur di irakBaghdad, LiputanIslam.com – Sebanyak 70 persen kawasan Sahl Nineveh telah bebas dari cengkraman kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melalui pertempuran sengit yang menewaskan dan menciderai lebih dari 1,000 anggota ISIS dalam beberapa hari terakhir. Demikian dinyatakan oleh pemimpin aliansi Kurdi, Mahma Khalil.

Sahl Nineveh adalah sebuah kawasan yang terdiri atas empat distrik, yaitu Tel Keppe, Al-Hamdaniya, Al-Shikhan dan Aqra di provinsi Nineveh, Irak utara.

“Pasukan Peshmerga (pasukan wilayah semi-otonomi Kurdistan Irak), dan pasukan keamanan serta para petempur dari kelompok—kelompok adat dalam beberapa hari terakhir berhasil membersihkan 70 persen kawasan Sahl Nineveh,” ungkap Mahma Khalil, sebagaimana dilansir al-Sumaria, Kamis kemarin (9/10).

Dia menambahkan bahwa pasukan Peshmerga kini terus bergerak untuk membebaskan kawasan Tel Kaif, Ba’shiqa dan beberapa kawasan lainnya.

Menurutnya, beberapa rumah sakit di Tel Afar dan Mosul penuh dengan mayat dan para korban luka ISIS.

“Pertempuran sejauh ini telah menewaskan dan melukai lebih dari 1,000 anggota ISIS sehingga rumah sakit-rumah sakit di Tel Afar dan Mosil penuh dengan para nggota ISIS yang cidera dan tewas,” paparnya.

Dia menambahkan bahwa ISIS mulai melakukan penjarahan di komplek-komplek permukiman dan desa-desa serta kabur ke arah Suriah.

4 Oktober lalu Mahma Khalil mengumumkan bahwa kawasan Zumar dan beberapa kawasan lain di Sahl Nineveh juga telah bebas dari cengkraman ISIS. Dia juga menyebutkan bahwa Peshmerga bergerak menuju kawasan yang terletak di antara Sinjar dan Rabiah.

Sebelum pembebasan demi pembebasan tersebut, provinsi Nineveh hampir sepenuhnya jatuh ke tangan ISIS sejak Juni lalu. Selama bercokol di provinsi ini ISIS telah menggelar berbagai adegan aksi kejam berupa pembunuhan massal dan vandalisme.

ISIS Eksekusi Delapan Perempuan

Hingga kini ISIS masih terus menebar eksekusi dan pembunuhan yang sebagian tidak jelas alasannya. Kamis kemarin dilaporkan bahwa kawanan teroris takfiri itu telah mengeksekusi delapan wanita, dua di antaranya berprofesi sebagai dokter, di Mosul, ibu kota provinsi Nineveh.
Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan kepada al-Sumaria, “Teroris ISIS telah mengeksekusi delapan perempuan, dua di antaranya dokter di pusat kota Mosul. Eksekusi dilakukan pada jam-jam terakhir kemarin malam (Rabu). Mereka menghukum mati ahli bedah dr. Maha Sabhan dan dr. Lamya Ismail serta enam perempuan rumah tangga lainnya dengan ditembak di bagian kepala, tanpa sebab yang jelas.”

23 Anggota ISIS Tewas di Anbar

Seorang pejabat keamanan Irak mengatakan sebanyak 23 anggota ISIS tewas diterjang operasi penyisiran yang dilakukan oleh pasukan Irak di kawasan sekitar Ramadi dan jalur-jalur masuk ke kota Hit di bagian barat provinsi Anbar, Irak barat.

“Tentara Irak telah menggelar operasi masif anti ISIS di kawasan Bu Ali al-Jasim, Jembatan al-Jazirah dan jalur-jalur masuk ke kota Hit, 70 km barat Ramadi, mengakibatkan 23 anggota kelompok teroris ini tewas,” ungkap pejabat tersebut kepada Mada Press Kamis kemarin.

Dia menambahkan bahwa tentara Irak yang didukung pasukan udara Irak dan pasukan udara koalisi internasional masih terus menggempur pasukan ISIS untuk pembersihan kawasan tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL