Foto: Press TVMosul, LiputanIslam.com – Gembong kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Abu Bakar al-Baghdadi, mengeluarkan instruksi baru kepada seluruh anak buahnya supaya tidak lagi memublikasi foto ataupun rekaman video pemenggalan kepala musuh-musuhnya. Selain itu, ISIS dilaporkan telah melarang penduduk di wilayah kekuasaannya menyelenggarakan “majelis Fatihah” atau acara tahlil untuk warga yang meninggal dunia. Di saat yang sama, telah terjadi kontak senjata antarsesama anggota ISIS akibat perselisihan mengenai fatwa haram penggunaan internet, antena parabola, dan telepon selular. (Baca juga: Jubir Presiden Suriah: James Foley Tewas Tahun Lalu)

Terkait instruksi al-Baghdadi, harian al-Watan mengutip keterangan sumber-sumber yang dekat dengan ISIS Rabu (27/8) bahwa larangan itu mencakup publikasi gambar dan video pemenggalan kepala melalui berbagai media, termasuk akun-akun pribadi anggota ISIS di jejaring sosial Facebook dan Twitter.

Al-Baghdadi yang sejak awal bulan suci Ramadhan lalu dideklarasikan ISIS sebagai khalifah umat Islam itu menyatakan bahwa publikasi aksi pemenggalan kepala hanya boleh dilakukan dengan seizin Dewan Pimpinan ISIS. Dia menegaskan bahwa siapapun yang melanggar ketentuan ini akan dikenai hukuman berat. (Baca juga:  Dr. Abdul Muta’ali: ISIS Bukan Representasi Islam)

Laporan lain dari lembaga pemberitaan Irak al-Sumaria menyebutkan bahwa ISIS melarang penyelenggaraan acara majelis al-Fatihah atau tahlil untuk warga yang meninggal dunia di provinsi Nineveh yang dikuasai oleh ISIS dengan alasan acara demikian bertentangan dengan syariat.

“ISIS belum lama ini mengeluarkan ketentuan yang melarang penyelenggaraan majelis al-Fatihah dan belasungkawa untuk arwah warga yang meninggal sebagaimana yang sudah menjadi tradisi di Irak. Pendudukpun lantas tidak menyelenggarakan acara demikian karena takut kepada kesewenang-wenangan ISIS,” ujar pejabat resmi provinsi Mosul, Zuhair al-Chalabi, Rabu (27/7). (Baca juga:  Iran Bantu Pasukan Kurdi Bebaskan Berbagai Kawasan Dari Cengkraman ISIS)

Dia menambahkan bahwa larangan itu ditetapkan karena majelis tahlil untuk warga yang telah meninggal dunia itu bertentangan dengan syariat Islam.

Al-Sumaria juga melaporkan telah terjadi perselisihan dan bahkan kontak senjata antarsesama anggota ISIS akibat adanya fatwa yang melarang penggunaan internet, antena parabola dan telepon selular di provinsi Nineveh. (Baca juga:  Ajaib, ISIS Terbitkan Kartu Tanda Bukan Kafir)

Disebutkan bahwa telah terjadi konfrontasi yang menyebabkan satu unit mobil milik seorang komandan ISIS terbakar menyusul fatwa yang dikeluarkan oleh para mufti ISIS tersebut. Fatwa itu rupanya tidak disukai oleh sebagian anggota ISIS sehingga terjadi konflik. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL