Baghdad, LiputanIslam.com – Yayasan al-I’tisam yang terafiliasi dengan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengabarkan bahwa pemimpin kelompok takfiri bersenjata ini, Abu Bakar al-Baghdadi telah tewas. Bersamaan dengan ini, terbetik pula kabar bahwa al-Baghdadi sudah dimakzulkan oleh “Dewan Syura ISIS” dan telah berkhianat serta bersekongkol dengan pasukan koalisi.

Sebagaimana diberitakan Alalam, Senin (10/11), kabar kematian al-Baghdadi disampaikan oleh Yayasan al-I’tisam melalui akunnya di jejaring sosial Twitter.

“#Penting#segera#pemerintahan_khilafah_Islam#kami akan merilis rincian kesyahidan#khalifah#al-Baghdadi dan pembaiatan#khalifah baru,” tulis Yayasan al-I’tisam dalam sebaran hashtagnya.

Sebelumnya,anggota parlemen Irak dari faksi Aliansi Nasional Hossein al-Maliki dalam siaran persnya Senin kemarin menyatakan bahwa informasi intelijen Kementerian Pertahanan Irak yang masuk dari provinsi Anbar, Irak, memastikan bahwa al-Baghdadi menderita luka parah di bagian kepala akibat serangan udara di kota al-Qaim, provinsi Anbar, Sabtu lalu (8/11).

Dia menambahkan bahwa dia sempat dilarikan ke rumah sakit al-Qaim setelah konvoi mobilnya diserang, namun pihak medis di rumah sakit itu tidak bersedia melakukan operasi terhadap al-Baghdadi karena khawatir dia akan meninggal dunia. Kawanan ISIS lantas melarikannya dari kota itu menuju kota Raqqah di Suriah.

Dituduh Berkhianat

Sementara itu, di tengah beredarnya kabar tersebut, Juru Bicara ISIS Abu Muhammad al-Adnani dilaporkan telah membuat pertanyataan yang menunjukkan bahwa al-Baghdadi sendiri sudah dimakzulkan, dituduh berkhianat dan memberitahukan kepada aliansi internasional perihal waktu dan tempat pertemuan di Anbar.

Dalam korespondensi yang terjadi belakangan antarpetinggi ISIS, al-Adnani menyatakan, “Dewan Syura mengentahui siapa yang berada di balik peristiwa ini, dan dalam waktu dekat akan keluar hukuman terhadapnya. Pedang para mujahidin kami akan menjangkaunya walaupun dia duduk di Washington”

Dia menambahkan, “Para pengkhianat yang baiat telah kami cabut dari mereka sebelumnya juga pernah menikam kami dari belakang dan bekerjasama dengan aliansi internasional, membantunya serta menjual saudara-saudara mujahidin mereka dengan harga murah.”

Situs berita Irak, Shafaqna, menyebutkan hingga kini masih simpang siur berita mengenai identitas para petinggi ISIS yang terkena serangan dari pasukan koalisi di Mosul dan Anbar, dan tidak jelas siapa khalifah ISIS yang terkena serangan itu; al-Baghdadikah atau khalifah yang baru?

Menurut situs ini, terdapat kabar bahwa dalam tubuh ISIS terjadi gejolak di mana para petingginya saling curiga satu sama lain dan telah terjadi upaya saling meniadakan di antara mereka dan anak buah mereka dengan tuduhan berkhianat. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL