isis pembantaian massalTikrit, LiputanIslam.com – Sejumlah anggota ISIS yang tertangkap oleh pasukan relawan Irak al-Hasyd al-Sakbi dalam operasi pembebasan Tikrit mengatakan bahwa tragedi pembantaian ribuan pemuda Irak oleh komplotan teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Pangkalan Spiecher, Tikrit, terjadi atas instruksi seorang perempuan.

Kadhim al-Rikabi, salah satu penanggungjawab al-Hasyd al-Syakbi bidang informasi mengatakan bahwa berdasarkan data dan keterangan yang diperoleh dari 13 anggota ISIS yang tertangkap di Tikrit, tragedi pembantaian Spiecher terjadi atas seorang perempuan terkenal.

“Ada keterangan bahwa perempuan itu adalah puteri Saddam Hossein (diktator Irak terhukum mati), namun hal ini belum dapat dipastikan sebelum penyelidikan tuntas,” katanya, sebagaimana dilaporkan Alalam, Minggu (22/3/2015).

Tragedi pembantaian itu sendiri terjadi pada tanggal 9 Juni 2014 dengan korban tewas sebanyak sekitar 1700 pemuda di bawah usia 20 tahun.

Al-Rikabi menambahkan pasukan relawan Brigade Hizbullah Irak yang merupakan bagian dari al-Hasyd al-Sakbi juga telah menemukan sebuah kuburan massal di distrik al-Daur yang diduga sebagai tempat kawanan bersenjata ISIS mengubur sebagian korban tragedi Spiecher.
Menurutnya, kuburan itu masih belum dibongkar karena pembongkaran dapat dilakukan apabila ada instruksi dari Perdana Menteri Irak, Haider Abadi.

Dia juga menyebutkan banyak komandan partai Ba’ath terguling berkomplot dengan ISIS di Tikrit, satu di antaranya yang paling tersohor adalah saudara tiri Saddam, Ibrahim al-Sak’awi.

“Pasukan al-Hasyd al-Syakbi dan militer Irak berharap dapat meringkus para komandan itu hidup-hidup demi menyingkap banyak hal terselubung mengenai ISIS di Irak,” pungkasnya.

70-an Begundal ISIS Tewas

Sedikitnya 70 orang anggota ISIS tewas dihantam serangan udara tentara Irak terhadap posisi-posisi mereka di beberapa kawasan dalam operasi Samarra dan Salahuddin.

“Serangan udara pasukan Irak telah menghancurkan beberapa markas teroris dan 10 kendaraan perang ISIS serta menewaskan lebih dari 70 orang di antara mereka,” ungkap Kementerian Pertahanan Irak, Minggu (22/3/2015), sebagaimana dikutip al-Youm al-Sabea.

Di pihak lain, sumber-sumber Kurdi mengatakan dua anggota pasukan Kurdi Irak Peshmerga terbunuh akibat ledakan ranjau yang dipasang para begundal ISIS di sekitar kawasan Halabceh di tenggara provinsi Kirkuk.

Mereka juga menyebutkan bahwa pasukan Peshmerga Sabtu malam lalu berhasil menghalau serangan ISIS ke sekitar kota Sinjar, provinsi Ninawa. Peshmerga menggunakan senjata-senjata berat dan tidak mengalami kerugian apapun dalam peristiwa itu. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*