Army retakes strategic town in SyriaDamaskus, LiputanIslam.com – Sedikitnya 54 militan bersenjata tewas diserang pasukan pemerintah Suriah dalam beberapa operasi militer terpisah, Senin kemarin (6/10). Bersamaan dengan ini terbetik berita bahwa pasukan ekstrimis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah mengibarkan bendera hitamnya di bagian timur Ain al-Arab, yaitu kota di bagian utara Suriah yang oleh warga Kurdi disebut Kobane.

Kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan bahwa 25 militan di antaranya tewas dalam operasi di kawasan di Idlib, sedangkan 29 lainnya di dua kawasan di provinsi Hamah.

Selain itu, beberapa militan lainnya juga tewas diterjang serangan udara terhadap konvoi pasukan gerilyawan di daerah Qalamoun di wilayah perbatasan antara negara ini dan Lebanon.

Laporan lain dari TV France 24 yang dikutip IRNA menyebutkan bahwa bendera-bendera hitam kelompok ekstrimis takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Senin kemarin telah berkibar di bagian timur kota berpenduduk suku Kurdi di bagian utara Suriah, Ain al-Arab atau Kobane. TV Perancis itu tidak memberikan keterangan lebih lanjut tentang itu.

Sementara Reuters juga menyebutkan bahwa gambar yang diambil dari balik perbatasan Turki memperlihatkan ada bendera hitam ISIS berkibar di salah satu bangunan di pinggiran timur Kobane.

Bersamaan dengan ini, lembaga Pengawas HAM Suriah melaporkan bahwa 20 anggota ISIS tewas terkena ledakan ranjau yang dipasang para petempur Kurdi di bagian timur kota tersebut.

Seperti diketahui, kota di dekat perbatasan Suriah-Turki itu dikepung ISIS sejak beberapa hari lalu. Mereka terus bergerak maju, sementara milisi setempat yang menamakan dirinya Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) terus terdesak akibat jumlah dan peralatan perang yang tak seimbang.

Sebelum ada laporan mengenai pengibaran bendera itu, laporan terakhir dari berbagai sumber menyatakan ISIS telah mendekati kota Kobane sejarak 2 kilometer dan kemudian menguasai sebagian kawasan perbukitan di sekitar kota.

ISIS terus mendekati kota itu meskipun pasukan koalisi internasional anti ISIS pimpinan Amerika Serikat dilaporkan telah berulangkali melancarkan serangan udara terhadap posisi-posisi ISIS di sekitar Kobane.

Berbagai kalangan mencemaskan kemungkinan akan terjadinya tragedi kemanusiaan, terutama pembunuhan massal, jika pasukan ISIS berhasil menguasai kota itu.

Kecemasan terjadi terutama di kalangan penduduk Kurdi yang masih tersisa, yakni sekitar 10,000 orang. Sebelum diserang ISIS kota itu dihuni oleh lebih dari 400,000 jiwa. Sebagian besar penduduknya mengungsi ke Turki dan sebagian di antara mereka masih tertahan di perbatasan, sementara yang tersisa di dalam kota kian dilanda rasa cemas.

Beberapa petempur perempuan Kurdi, sebagaimana dilansir Alalam Senin kemarin, mengaku akan menyisakan setidaknya satu butir peluru sebagai persiapan untuk bunuh diri jika perlawanan mereka gagal dan kalah daripada harus dieksekusi atau menjadi tawanan pasukan ISIS. Bahkan sudah ada seorang gadis petempur perempuan yang dilaporkan telah bunuh diri. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL