Anak-anak ISISTripoli, LiputanIslam.com – Wilayah yang dikontrol oleh kelompok teroris takfiri Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Libya semakin meluas. Menurut mantan direktur CIA, Michael Morrel, bisa jadi ISIS akan mengulangi apa yang dilakukannya di Irak pada tahun 2014.

“Mereka memperluas wilayah yang dikontrol, dan jihadis asing mulai masuk ke Libya untuk bergabung bersama dengan ISIS. Saya tidak akan terkejut jika suatu hari ketika bangun pagi, ternyata ada berita bahwa ISIS telah merebut sebagian besar wilayah Libya sebagaimana yang pernah terjadi di Irak,” ucapnya, seperti dilansir Farsnews (14/1/2016).

Setelah Irak dan Suriah, Libya menjadi negara berikutnya yang ditargetkan ISIS. Menurut Kementrian Dalam Negeri, sekitar 5.000 jihadis ISIS sekarang telah berada di Libya.

Menurut IHS Jane Defense Weekly, Libya merupakan negara yang dianggap menguntungkan bagi proyek ‘khilafah’ ala ISIS.

“Libya penting karena terletak di Afrika, selatan dari Eropa. Libya merupakan pintu gerbang ke padang pasir Afrika, yang menghubungkan dengan negara-negara Afrika lainnya,” jelasnya.

Libya juga merupakan negara kaya minyak di Afrika. Didorong dengan kerugian yang diderita sejak Rusia melancarkan operasi militer di Suriah, maka ISIS butuh mencari lahan baru.

“Pemimpin ISIS sedang berusaha mencari wilayah baru sebagai kompensasi atas kerugian yang mereka derita. ISIS harus mencari pos-pos cadangan baru di luar kawasan Timur Tengah. Itulah sebabnya ISIS ingin menguasai Libya, yang kaya ‘emas hitam’,” tulis jurnalis Martin Berger di New Timur Outlook. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL