ISISWashington, LiputanIslam.com – Kelompok teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) merilis pesan video yang ditujukan kepada Gedung Putih. Untuk kedua kalinya, ISIS mengancam akan menyerang Amerika Serikat (AS).

Dalam video berdurasi satu menit yang berjudul Paris before Rome, seorang pria berjanggut yang mengenakan sorban mengancam akan menyerang AS dengan bom bunuh diri dan bom mobil. Berbicara dalam bahasa Arab, ia memperingatkan bahwa AS akan diserang dengan cara-cara yang serupa dengan serangan yang terjadi di Paris, seperti dilansir RT, (20/11/2015).

ISIS juga menyatakan bahwa mereka memulai serangan dari Paris, dan akan terus berlanjut dan berakhir di Gedung Putih. Mereka juga menyebut akan menghancurkan kediaman Presiden AS Barack Obama, dan menyebutnya sebagai berhala.

Sebelumnya, ISIS mengancam dengan menunjukkan video seorang jihadis yang hendak melakukan bom bunuh diri mengenakan rompi (yang berisi bom) lalu berjalan di keramaian seperti Times Square, Herald Square, dan Manhattan. Lantas, jihadis itu seolah-olah akan menarik pemicu (untuk meledakkan bom), dan setelah itu video pun blank/ kosong.

Pihak kepolisian New York mengkonfirmasi bahwa mereka telah mewaspadai ancaman tersebut dan setelah disediki, kondisi kota baik-baik saja dan tidak ada terlihat tanda-tanda ancaman.

Melawan Lupa, Obama Kepleset Lidah Mengaku AS Melatih ISIS

Presiden Obama terpeleset lidah dalam sebuah konferensi pers membicarakan ISIS. Dalam pernyataannya, Obama mengatakan bahwa AS melatih tentara ISIS.

Diberitakan RT, Rabu (8/7/2015), pernyataan Obama itu disampaikan setelah mendapatkan penjelasan dari para pejabat keamanan soal upaya AS dalam mengalahkan ISIS, salah satunya adalah memberikan pelatihan bagi kelompok pemberontak moderat di Suriah.

Namun dalam konferensi pers Senin kemarin, Obama mengatakan bahwa, “Kami meningkatkan pelatihan pasukan ISIS, termasuk relawan dari suku Sunni di Provinsi Anbar.”

Obama seperti tidak sadar telah mengucapkan kalimat yang salah dan melanjutkan perkataannya. Namun pihak Gedung Putih sepertinya menyadari kesalahan kalimat itu dan melakukan perbaikan dalam transkrip resmi di situs pemerintah.

Dalam transkrip tersebut, kalimat Obama ditambahi kata dalam kurung “Iraqi” atau warga Irak. Namun inisiatif Gedung Putih ini juga terasa aneh dan tidak memperbaiki keadaan. Kalimat “Pelatihan pasukan ISIS (warga Irak)” bermakna seolah AS melatih pasukan ISIS yang berada di Irak.

Kesalahan Obama dan perbaikannya dalam transkrip yang janggal memicu kehebohan di media sosial. Beberapa mengatakan bahwa ini adalah Freudian slip, yaitu tidak sengaja mengatakan hal-hal yang terpendam di alam bawah sadar yang biasanya merupakan kejujuran. Artinya, Obama mengakui bahwa mereka telah melatih ISIS.

ISIS adalah pion yang digunakan AS dan sekutunya untuk mendestabilisasi Timur Tengah, seperti yang diungkap oleh para analis dan intelejen. Jadi, apakah ISIS serius akan menyerang  ‘majikannya’ sendiri? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL