terorisme texasDallas, LiputanIslam.com — Kelompok ISIS mengklaim sebagai pelaku aksi serangan di dekat acara konperensi anti-Islam yang digelar di Garland, Texas, Minggu petang (3/5).

“Dua orang prajurit khalifah telah melakukan aksi serangan atas sebuah acara pameran di Garland, Texas, dimana pameran itu menampilkan gambar-gambar negatif tentang Nabi Muhammad,” demikian pernyataan ISIS, Selasa (5/5), seperti dilansir kantor berita Iran Press TV.

“Kami katakan kepada rakyat Amerika bahwa apa (serangan) yang akan terjadi berikutnya akan jauh lebih hebat, dan Anda akan melihat prajurit-prajurit ISIS melakukan hal-hal yang mengerikan,” tambahnya.

Jika klaim ini benar, serangan itu menjadi aksi terorisme pertama yang dilakukan ISIS di tanah Amerika.

Dalam insiden itu 2 orang bersenjata melepaskan tembakan di luar gedung tempat berlangsungnya konperensi anti-Islam, yang salah satu acaranya adalah lomba menggambar Nabi Muhammad dengan hadiah 10.000 dollar. Acara ini diorganisir oleh kelompok LSM American Freedom Defense Initiative (AFDI) yang mengklaim acara itu bertujuan untuk mendukung kebebasan berekspresi.

Seorang petugas keamanan tertembak kakinya dalam insiden tembak-menembak dengan kedua orang itu. Dan keduanya akhirnya tewas tertembak aparat keamanan.

Acara hari Minggu itu juga menampilkan politisi Belanda yang dikenal sangat anti-Islam, yaitu Geert Wilders, yang tampil sebagai seorang pembicara utama.

Polisi AS mengidentifikasi kedua pelaku serangan sebagai Elton Simpson (31 tahun) dan Nadir Soofi (34 tahun). Keduanya tinggal dalam satu apartemen di Phoenix, negara bagian Arizona.

Seorang pejabat kepolisian federal (FBI) mengatakan kepada media massa AS bahwa Simpson pernah diperiksa karena dugaan aksi terorisme. Dalam pemeriksaan terungkap ia pernah merencanakan pergi ke Somalia untuk berperang.

Menyusul insiden itu organisasi umat Islam AS, Council on American-Islamic Relations (CAIR) mengutuk acara konperensi di Garland, Texas itu. Namun CAIR juga mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan untuk menentang acara-acara seperti itu.

“Aksi kekerasan sebagai balasan terhadap program-program anti-Islam seperti yang berlangsung di Garland adalah lebih melecehkan keyakinan kami (Islam) daripada gambar kartu Nabi. Tindakan bigot tidak bisa dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan,” demikian pernyataan CAIR, Senin (4/5).(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL