Ali Saqr, ISIS yang membunuh ibunya

Ali Saqr, ISIS yang membunuh ibunya

Raqqa, LiputanIslam.com — Leena Al-Qasem, wanita usia 45 tahun dieksekusi oleh anaknya sendiri, Ali Saqr, 20 tahun di Raqqa, Suriah. Saqr adalah anggota teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Ibu yang malang ini dieksekusi karena dianggap murtad, seperti yang dilaporkan oleh Ibtimes, (07/1/2016), mengutip dari grup Raqqa is Being Slaughtered Silently (RBSS).

“Dia mengeksekusi ibunya di depan gedung Post kemarin. Eksekusi ini dilakukan di depan publik,” tambahnya.

RBSS juga mengunggah foto Saqr, dengan tangan kiri memengang senjata, sementara tangan kanan mengacungkan telunjuk ke atas.

Nisan Ibrahim

Nisan Ibrahim

Sebelumnya, RBSS melaporkan seorang jurnalis wanita Ruqia Hassan yang dibunuh ISIS karena menuliskan kehidupan di Raqqa setelah kota itu dikontrol ISIS. Hassan juga mendokumentasikan serangan dari Pasukan Koalisi Nati-ISIS.

Hassan, yang dikenal dengan Nisan Ibrahim, diyakini sebagai jurnalis kelima yang dibunuh ISIS sejak bulan Oktober lalu.

Pendiri RBBS, Abu Mohammed mencuit pada tanggal 2 Januari 2015, mengutip kalimat terakhir Hassan, “Aku berada di Raqqa, dan aku menghadapi ancaman kematian. Dan saat ISIS menawan lalu membunuhku, it’s okay. Mereka akan memenggal kepalaku, dan inilah martabatku. Itu jauh lebih dibandingkan hidup dibawah penghinaan oleh ISIS.” (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL