Tentara Irak menangAnbar, LiputanIslam.com — Amerika Serikat (AS) melakukan serangan yang menargetkan tentara Irak di provinsi Anbar. Menurut pemerintah Irak, tentara Irak tersebut tengah melakukan operasi militer untuk merebut wilayah-wilayah di Anbar yang dikuasai ISIS.

Namun ketika serangan pasukan Irak semakin melemahkan dan memepersempit wilayah yang dikontrol ISIS, AS pun beraksi. Akibat serangan itu, menurut pemerintah pusat, ada sembilan tentara yang tewas, dan seorang staf terluka.

Sedangkan Kepala Komite Pertahanan dan Keamanan Parlemen Irak, Hakim al-Zameli, menyatakan bahwa jumlah korban jauh lebih tinggi. Setidaknya ada 20 tentara Irak yang tewas, dan 30 orang lainnya menderita luka-luka.

“Saya telah menelepon Perdana Menteri Irak Haidar al Abadi untuk segera melakukan penyelidikan atas serangan ini,” jelasnya, seperti dilansir Presstv, (20/12/2015).

Seorang narasumber menyatakan bahwa serangan itu adalah ketidak-sengajaan. Lokasi antara pasukan Irak dan ISIS dinilai terlalu dekat. Kolonel Steve Warren, salah seorang petinggi pasukan koalisi menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan.

Dalam beberapa waktu terakhir, tentara Irak yang didukung pasukan paramiliter mencapai kemajuan yang signifikan. Sebaliknya, pemerintah Irak beberapa kali mengeluhkan ketidak-efektifan serangan udara AS, yang klaimnya hendak memerangi ISIS.

“Banyak serangan dari pasukan koalisi yang tidak dikoordinasikan dengan kami. Hal ini bisa saja berimbas pada penyerangan target yang salah. Entah itu menargetkan rakyat sipil, atau menargetkan pasukan Irak…”

Hal serupa juga terjadi di Suriah. Jet tempur AS melakukan serangan udara tanpa melakukan koordinasi. Pada 7 Desember lalu, jet tempur AS menyerang dan menewaskan beberapa orang tentara Suriah. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL