isisJakarta, LiputanIslam.com — Seiring dengan makin maraknya pemberitaan dan analisis tentang upaya penanggulangan terorisme dan deradikalisasi, berbagai pihak makin nyaring menyuarakan pentingnya tindakan mencabut identitas kewarganegaraan mereka yang terlibat dalam gerakan itu. Akan tetapi, seruan itu sebenarnya sudah sejak lama diserukan oleh PBNU, dalam hal ini adalah ketuanya, Said Aqil Siradj.
Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu, meminta pemerintah bersikap tegas terhadap warganya yang terindikasi ikut dalam kelompok terorisme, dengan cara mencabut kartu tanda penduduk (KTP) hingga paspor-nya.
“Pertama negara harus tegas. Dia terindikasi, paspor-nya, kewarganegaraannya di cabut, kalau diduga terlibat dalam aksi-aksi kekerasan atas nama ideologi (terorisme-red),” kata Masinton di gedung DPR Jakarta, Senin (18/1).
Masinton menambahkan, “Imigrasi, kalau ada warga negara kita yang berangkat ke luar negeri untuk tujuan perang dicabut saja kewarganegaraannya dan untuk masuk ke Indonesia paspornya cabut. Harus tegas, jangan nanggung-nanggung.”
Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq dalam sebuah diskusi tentang terorisme di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/1) mengatakan, internal pemerintah masih terjadi perdebatan menyikapi kepergian WNI untuk bergabung dengan ISIS. Karena setiap instansi tekait antiteror memiliki penafsiran berbeda mengenai UU terorisme.
Padahal, menurut Mahfudz, dasar hukum pencabutan paspor adalah karena yang bersangkutan melakukan atau mendukung tindak terorisme di Indonesia maupun di yuridksi negara lain.
Jauh sebelum ini, bulan lalu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj sudah menyerukan hal serupa. Said mengatakan, hal itu sejalan dengan amanat undang-undang Nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan.
“PBNU mendesak pemerintah untuk mencabut kewarganegaraan setiap WNI yang tercatat bergabung dengan organisasi fundamentalis di luar negeri, termasuk salah satunya ISIS,” kata Said di Kantor PBNU Jakarta, Rabu (23/12), dalam pernyataannya menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. (farid)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL