'White Feather Girls pada perang dunia 1. foto: www.opendemocracy.net

‘White Feather Girls pada perang dunia 1. foto: www.opendemocracy.net

LiputanIslam.com — Mungkin tidak banyak yang menyadari, bahwa kaum wanita memiliki peranan yang sangat penting dalam pergerakan teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Ya, laporan Russia Today pada 4 November 2014 mengungkapkan, ada ratusan akun media sosial simpatisan ISIS yang berada di Inggris, yang dikelola oleh para wanita guna menggaet jihadis baru.

Menurut Quilliam, lembaga think-thank anti terorisme yang fokus membela kebebasan beragama, hak asasi manusia, kesetaraan dan demokrasi, ISIS menggunakan strategi ‘white feather girls /gadis bulu putih’ yang pernah populer di Inggris saat perang dunia pertama. Saat itu, laki-laki dianggap pengecut jika tidak ikut mendaftar sebagai tentara.

Sekitar tahun 1914-1915, sebuah band wanita yang terkenal menjelajahi kota-kota Inggris, dan memberikan bulu putih, kepada laki-laki yang dianggap pengecut, lantaran mesih mengenakan pakaian biasa (bukan seragam militer). Pasukan gadis bulu putih ini, dibentuk oleh Laksamana Charles Penrose Fitzgerald, seorang pendukung perang fanatik yang menghendaki pemerintah Inggris mengharuskan wajib militer.

Caranya yang tidak biasa ini, menyebar bak virus. Wanita-wanita muda berduyun-duyun pun menyisir pantai, jalanan, trem, bioskop, resort, dan ‘menghadiahkan’ sebuah bulu putih untuk para pria yang tidak turut mengangkat senjata dalam perang.

Dan para wanita simpatisan ISIS, menggunakan cara yang sama…

Kaum wanita ini, bertugas untuk membujuk, mendorong, menyemangati para pria muslim yang masih ragu untuk berjihad, dengan kata-kata yang provokatif, misalnya, “Kamu bukan muslim sejati” atau “Kamu bukan pria sejati” (kecuali bergabung dengan ISIS).

Selain itu, para wanita ini juga kerap memprovokasi dengan berkata, “Kaum Muslim Inggris berlemak dan pemalas, jauh berbeda dengan para pria Mujadid di Suriah yang kuat dan sehat…”

Contohnya, blogger wanita ini, yang menggunakan nama samaran ‘Bird of Jannah’. Ia menawarkan kepada pembaca untuk menjadi ‘pengantin jihad’. Blognya dibuat sedemikian romantis, bertabur petikan-petikan indah yang menghanyutkan.

pict dari bird of jannah, wanita simpatisan ISIS penebar propaganda

pict dari bird of jannah, wanita simpatisan ISIS penebar propaganda

Ia menceritakan kisah kehidupan di ‘Islamic State’, yang menurutnya begitu indah. Memiliki seorang suami mujahid yang berperang di jalan Allah.

Ia juga mengungkapkan keberhasilannya menggaet teman-temannya untuk berhijrah ke ‘Islamic State’, seperti yang ia ungkapkan di blognya;

Alhamdulillah. Three friends of mine who I made friend over social network has made their ways to Islamic State, and two of them made Hijrah this month. Met one of them, it was like a dream. Indeed Allāh provides way no matter how impossible it looks like. That’s why I keep telling and pushing all of you to never give up. Do you know we have about 1,000 people making Hijrah each month to Islamic State? All you need is to be extra careful and not to tell your plan to anyone.

Ia memuat gambar-gambar yang melukiskan indahnya pernikahan antara wanita dengan para mujahid, karena setelahnya, hanya ada kebahagiaan.

Dr Erin Marie Saltman, peneliti senior Quilliam mengungkapkan cara perekrutan jihadis, melalui sistem yang berlapis-lapis. Di bagian terluar, perekrutan tidak dilakukan dengan cara yang vulgar. Hanya diprovokasi tentang indahnya dunia para mujahid. Setelah ada pria muslim yang tertarik untuk mencoba, maka perekrutan akan dilakukan melalui wadah yang lain, seperti Ask.fm dan VK (salah satu jejaring sosial)

Dalam aksinya, Google, Facebook, dan Twitter merupakan media yang paling produktif dalam operasi ini. Para pejihad di dunia online di Inggris, dilaporkan menyediakan link langsung ke ISIS dan militan ekstremis lainnya di Suriah. Dan menurut Quilliam, cara untuk melawan propaganda ISIS ini tidak cukup hanya dilawan di media sosial, namun harus ada partisipasi dari masyarakat untuk aktif memberikan pencerahan kepaa keluarga, maupun teman-temannya, agar tidak tergoda oleh ISIS. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL