LiputanIslam.com — Publik kembali disuguhi sebuah tontonan menggelikan, oleh Amerika Serikat (AS) yang ‘kabarnya’ salah kirim senjata dan amunisi di Kobane. Seperti yang dilaporkan di sini, Washington Post menyebutkan bahwa dalam dua hari terakhir AS telah mengirim dari udara paket-paket senjata dan amunisi untuk para petempur Kurdi di Kobane yang dikepung oleh pasukan ISIS, namun tak sengaja (accidentally) malah jatuh ke tangan ISIS .

National Journal meragukan ketidak sengajaan ini. “Benarkah AS tidak sengaja memberikan senjata kepada ISIS?” tulis National Journal.

Al-Mustaqbal, situs berita pendukung organisasi teroris transnasional ISIS, juga menyatakan hal serupa. Menurut Al-Mustaqbal, pesawat AS jenis C-130 menerjunkan perlengkapan medis dan amunisi kepada tentara YPG (Kurdi) beberapa hari lalu untuk tentara YPG yang sedang terdesak di Kobane. AS menerjunkan puluhan parasut untuk pertahanan YPG melawan ISIS, namun malah nyasar ke wilayah ISIS.

Benarkah AS melakukan kesalahan sebagaimana disebutkan di atas?

Saya (redaktur) mencermati bahwa acapkali, AS melakukan pola yang mirip saat melakukan tipudaya, sehingga mudah sekali terungkap. Contohnya adalah, video palsu James Foley yang digunakan sebagai legitimasi AS untuk menyerang Irak dan Suriah.

Dan terkait supplay senjata oleh AS, untuk ISIS, sebelumnya telah pernah dilakukan saat pengambil-alihan kontrol atas salah satu kota terbesar di Irak yaitu Mosul.

Sebagaimana yang ditulis di artikel ini, dari laporan Rusia Today, AS telah menjejali Mosul dengan berbagai senjata canggih buatan Amerika. Helikopter  Black Hawk; helikopter serba guna angkut menengah bermesin ganda, kendaraan, dan amunisi, dan perlengkapan lainnya, semuanya jatuh ke tangan ISIS. Jatuhnya Mosul sendiri begitu dramatis, dan sehari setelah dikontrol ISIS, senjata-senjata tentara Irak (yang akhirnya dikuasai ISIS) masuk ke Suriah.

Dan kini, AS melakukan muslihat yang sama; seolah-olah salah menjatuhkan amunisi. Lalu, pada video dibawah ini, darimana ISIS mendapatkan tenda-tenda buatan AS? Dan siapa komandan berseragam militer yang menjadi pelatih ISIS tersebut?

Dan sekarang perhatikan gambar berikut;

TURKEY-SYRIA-CONFLICT-KURDSKetika ISIS menguasai suatu wilayah, maka hal yang selalu dilakukan oleh kelompok itu adalah mengibarkan, atau menancapkan bendera hitam berlafaz tauhid.

kobane kurdiBegitu juga dengan pejuang Kurdi. Mereka juga menancapkan bendera mereka di wilayah yang masih dikontrol. Dan hal seperti ini, bukan hanya dilakukan ISIS ataupun pejuang Kurdi, namun juga oleh tentara Suriah dan Hizbullah.

Sehingga, mungkinkah pesawat C310 yang memiliki kemampuan terbang rendah (sehingga bisa mendeteksi kawasan konflik dengan mata telanjang), salah mengenali perbedaan antara bendera ISIS dan bendera Kurdi yang begitu mencolok? Pembaca yang kritis, Insya Allah tidak akan terpedaya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL