Foto-foto berikut ini adalah screen shots dari sebuah video yang ditayangkan oleh Al Jazeera, mengenai proses ‘penyelamatan’ korban bom yang [konon] dijatuhkan oleh tentara Assad dari udara. Video serupa banyak dibuat untuk kampanye ‘save Aleppo’, dan anehnya, yang diliput selalu korban di timur Aleppo yang dikuasai “mujahidin”, sementara korban yang jauh lebih banyak dan lebih riil, di wilayah Barat Aleppo yang berada di bawah kontrol pemerintah tidak diliput sama sekali. Tentu saja, karena bom-bom mematikan di sana ditembakkan oleh “mujahidin”.

Mari kita bahas satu persatu screen shots ini.

despite-the-surrounding-rubble-ambulance-is-spotlessly-clean

Pertama, lihatlah ambulans-nya di mana reporter Al Jazeera memulai laporannya. Terlihat baru dan bersih, sangat kontras dengan kawasan sekitarnya yang seperti baru ada ledakan bom. Bagian dalam ambulans juga terlihat rapi, tidak terlihat pernah dipakai untuk menangani korban bom.

purpose-of-pristine-litter-1

too-crowded-to-do-anything

Prosedur awal penanganan pasien gawat darurat disebut Triase ABC (airway, breathing, and cardiovascular perfusion). Pasien yang mengalami salah satu gejala ABC ditangani paling awal, dan segera distabiliasi demi mencegah kematian. Dalam kondisi yang sangat gawat –seperti dilaporkan reporter Al Jazeera–, minimalnya 1 tenaga medis ada di luar, untuk menentukan siapa yang boleh masuk untuk perawatan segera. Namun yang terlihat di bagian dalam adalah kekacauan, yang tidak memungkinkan dilakukan perawatan yang benar. Tapi dari sisi penonton tivi, kekacauan seperti ini akan membangkitkan simpati.

Kejanggalan lain di video ini adalah tidak terlihat adanya stetoskop di antara para tenaga medis, meskipun mereka menggunakan kostum/seragam operasi. Meskipun seragam tersebut berguna untuk membuat penonton terkesima, dalam kehidupan nyata, stetoskop-lah yang paling diperlukan dalam prosedur Triage/Triase, karena trauma seperti gangguan jantung dan pneumothorax terjadi internal (tidak terlihat mata).  Seharusnya, dengan dana luar biasa besar yang dimiliki White Helmets dan gang-nya, beberapa stetoskop bisa dibeli.

the-purpose-is-what

Di adegan  di atas, si pembopong anak (memakai kostum operasi) tidak punya stetoskop. Lalu, kemana dan mengapa, anak itu dibawa? Laki-laki di belakangnya seperti sedang memberikan kantong udara kepada anak itu. Meskipun kantong udara tidak terhubung dengan tank oksigen selama beberapa saat masih bisa dipakai, namun selama menunggu proses penyambungan kantong udara dengan tank oxygen seharusnyapasien ini harus ditaruh di permukaan yang datar dan keras, untuk melakukan kompresi dada.

trifecta-of-wtfs

Sekilas wajah anak yang sepertinya sudah nyaris meninggal. Ini menimbulkan pertanyaan lain:  untuk mana – dan mengapa  anak ini dibawa terburu-buru? Apa tujuan dari  ‘adegan’ ini, selain digunakan untuk menaikkan emosi penonton? Jika anak Suriah ini benar sudah mati, apakah ia dibunuh demi pembuatan film ini? Para ‘mujahidin’ takfiri punya catatan panjang dalam melakukan aksi-aksi biadab penculikan dan pembunuhan, lalu menggunakan mayat-mayatnya untuk propaganda anti-pemerintah Suriah. Salah satunya adalah kejadian tahun 2013 dimana anak-anak dan perempuan diculik di pinggiran Latakia, lalu tubuh mereka yang dalam kondisi sangat buruk, digunakan dalam propaganda mengenai senjata kimia Ghouta.

patting-head-and-stomach-bmpDi atas terlihat foto seorang pria tersenyum, agaknya ia tidak menyangka dia sedang disyuting saat dia menunggu “dirawat” (mungkin ini kali pertama dia berakting di depan kamera)

 

oops-i-didnt-know-the-camera-was-rolling

Dia lalu cepat-cepat mengubah wajahnya menjadi sedih dan seolah kesakitan, memegang kepala dan perut secara bersamaan. Yang mana yang sakit? Kepala atau perut?

were-he-dead-his-head-would-succumb-to-gravity

Pria yang sepertinya pingsan ini, kepalanya tetap tegak. Dia juga dibawa dengan cara/posisi yang salah dan menyakitkan.

despite-mayhem-corpse-immaculately-wrapped

Meskipun situasi kacau karena baru ada bom, tapi seseorang bisa menemukan selimut yang bagus dan bersih untuk menutup tubuh pasien.

Kontras dengan foto sebelumnya, lelaki ini malah dibiarkan begitu saja di tanah dan dipukul dadanya dengan kasar untuk mendeteksi apakah jantungnya masih berdetak (si lelaki tidak menunjukkan luka luar). Mengapa dia diperlakukan demikian, tidak dibawa buru-buru ke dalam, seperti yang lain?

rslan-has-changed-out-of-his-favorite-shirt-1

Akhirnya, sang ‘bintang’, Mahmoud Rslan, juga masuk ke dalam kamera. Dia menjadi sangat terkenal karena disebut sebagai ‘fotografer’ bocah di kursi oranye, yang kemudian ketahuan ternyata berteman dengan klub jagal takfiri yang memenggal kepala bocah Palestina berusia 12 tahun, Abdullah Isa. (baca: Hoax Bocah di Kursi Oranye).

Inilah dokumentasi bukti bahwa Rslan adalah bagian dari “mujahidin” :

rslan-c-beheaders-of-12-yr-old-bmpMedia-media pendukung takfiri dan teroris tak henti-hentinya terbongkar melakukan pemalsuan informasi. Silahkan cek postingan kami sebelumnya di rubrik Tabayun ini sebagai buktinya. (dw/LiputanIslam.com)

(sumber: syrianews.cc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL