Propaganda merdekaLiputanIslam.com —  Sebagaimana tulisan Rmol sebelumnya yang menyebarkan propaganda negatif tentang Hizbullah, Merdeka.com pun melakukan hal serupa, hanya saja dengan cara yang berbeda. Merdeka membuat judul provokatif yang menyebutkan bahwa Brigade Hizbullah mengklaim menculik tiga remaja Israel.

Merdeka menulis,

“Organisasi Brigade Hizbullah kemarin mengklaim bertanggung jawab atas penculikan tiga remaja Israel yang terjadi dua pekan lalu. Mereka beralasan penculikan itu sebagai balas dendam atas pembunuhan anggota senior mereka sekaligus anggota Jihad Islam Imad Mugniyeh pada 2008. Surat kabar the Times of Israel melaporkan, Kamis (26/6), klaim organisasi itu muncul di sebuah situs media bermarkas di Gaza Amad Press.

Tiga remaja Israel, Naftali Fraenkel, Eyal Yifrach dan Gil-ad Shaar, diculik ketika menumpang sebuah mobil di Tepi Barat sepulang dari sekolah. Namun informasi klaim dari sejumlah pihak atas penculikan itu selama ini belum bisa dipastikan kebenarannya.”

Siapapun yang sejak awal hanya membaca sekilas judul berita, akan seketika menyimpulkan bahwa Hizbullah berada di balik penculikan tiga remaja Israel tersebut.  Harap dicatat, dari pantauan Liputan Islam, tidak sedikit pembaca media online hanya membaca judulnya saja, tanpa membaca keseluruhan isi. Akibatnya, opini pembaca akan digiring seperti ini:   Hizbullah adalah kelompok penculik.

Bandingkan jika Merdeka membuat  judul berita  seperti ini “The Times of Israel: Brigade Hizbullah Klaim Culik Tiga Remaja”. Pembaca, walau hanya membaca judul,  akan mengetahui bahwa berita Brigade Hizbullah yang mengklaim menculik remaja Israel — hanyalah sebuah tuduhan yang berasal dari media Israel.

Lalu, siapa yang sesungguhnya menculik mereka? Jawabannya telah dipublikasikan pada artikel Liputan Islam, 1 Juli 2014, sebagai berikut:

Sebuah kelompok yang menamakan diri “Ansar al-Daulah al-Islamiyyah fi Bait al-Maqdis” menyatakan bertanggungjawab atas penculikan dan pembunuhan tiga pemuda Yahudi di al-Khalil. Mereka mengancam masih akan menyerang Israel. Tapi, naifnya, mereka juga mengancam akan menyerang para pemimpin Palestina.

“Aksi ini dilakukan dalam rangka membantu kekhalifahan Islam dan Abu Bakar al-Baghdadi,” ungkap kelompok tersebut dalam situs resminya, sebagaimana diberitakan kantor berita Palestina, Maan Senin (1/7/2014).

Ansar al-Daulah al-Islamiyyah juga menyatakan bertanggungjawab atas penembakan roket dari Jalur Gaza dan serangan terhadap sasaran-sasaran Israel dalam satu setengah bulan terakhir. Kelompok ekstrimis itu mengancam masih akan melancarkan operasi serangan terhadap sasaran-sasaran Israel di wilayah pendudukan.

Lebih lanjut, kelompok itu juga mengancam akan menyerang pemerintah dan para pemimpin Palestina di Tepi Barat maupun Jalur Gaza.
Kelompok ini diduga kuat terafiliasi dengan jaringan teroris al-Qaeda dan Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS). Mereka juga mengecam Hamas dan menganggapnya sebagai gerakan ambisius.

Semula kelompok itu bernama “Ansar Bait al-Maqdis”, namun berganti nama setelah ada deklarasi kekhalifahan Abu Bakar al-Baghdadi Ahad (29/6/14) .

Sejak terjadi penemuan tiga mayat warga Yahudi korban penculikan tersebut pada Senin malam (30/6/14) tentara Israel mempersengit serangannya terhadap Palestina. Malam itu tentara Israel mendatangi dan meledakkan rumah dua warga Palestina di al-Khalil yang dituduh Israel sebagai pelaku penculikan. Rumah keduanya hancur bersama semua isi yang ada di dalamnya. Satu di antara dua rumah itu merupakan bangunan apartemen yang dihuni oleh 25 orang.

Tentara Israel juga mendatangi Jenin, Tepi Barat, dan membunuh seorang pemuda Palestina. Israel menuduh Hamas sebagai pelaku penculikan, namun Hamas membantahnya. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL