LiputanIslam.com — Taliban adalah kelompok teroris yang diciptakan oleh intejelen Amerika Serikat diakhir tahun 70-an. Namun oleh sekelompok oknum tertentu, Taliban dianggap sebagai mujahidin, yaitu pejuang yang berjihad di jalan Allah. Jika kita melakukan penelusuran di Google dengan keyword ‘Mujahidin Taliban’ maka akan muncul banyak artikel yang bertebaran di internet.

Perhatikan gambar berikut:

Taliban disebut Mujahidin

Taliban disebut Mujahidin

Taliban disebut Mujahidin

Arrahmah, Shotussalam, Eramuslim, Muqqawamah, adalah contoh media-media corong yang masih konsisten mendukung Taliban. Kita tahu, bahwa media-media di atas sempat diblokir oleh pemerintah, namun tak lama berselang blokir tersebut dicabut.

Lantas, apakah yang dilakukan Taliban terhadap kita? Berikut ini laporan Kompas:

Heri Listyawati, istri Duta Besar RI untuk Pakistan Burhan Muhammad, menjadi salah satu korban tewas dalam kecelakaan helikopter yang terjadi di wilayah pegunungan di Gilgit, Baltistan, Pakistan, pada Jumat (8/5/2015) pukul 11.45 waktu setempat. Heri diketahui merupakan sahabat dekat Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.

“Peristiwa ini memberikan duka yang sangat mendalam bagi Menteri Retno. Selain statusnya sebagai istri Dubes, Heri Listyawati merupakan sahabat dekat Retno sejak lama,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir di Gedung Kemenlu, Jakarta, Jumat (8/5/2015).

Retno mengatakan, Kemenlu RI saat ini tengah berfokus untuk dapat mengevakuasi dan memulangkan jenazah ke Indonesia. Selain itu, pihak Kemenlu juga akan berkoordinasi dengan KBRI di Islamabad, dan Kedubes Pakistan di Jakarta, untuk memastikan Dubes Burhan mendapatkan perawatan medis yang memadai.

Juru bicara Taliban di Pakistan mengatakan, kelompok militan itu mengaku bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter di kawasan Gilgit, Baltistan, dekat wilayah perbatasan Pakistan, Rabu (8/5/2015). Kecelakaan itu menewaskan enam orang.

Taliban mengaku menjatuhkan helikopter itu dengan menembakkan misil dari darat ke udara. Saat menembakkan misil, Taliban menargetkan untuk membunuh Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif. Tapi PM Sharif menggunakan helikopter lain.

“Kelompok spesial Tehreek-e-Taliban telah menyiapkan rencana istimewa untuk menargetkan Nawaz Sharif dalam kunjungannya. Tapi dia selamat karena menggunakan helikopter lain,” kata juru bicara Talilban, Muhammad Khorasani.

Meski begitu, klaim Taliban ini dianggap tidak kuat. Sebab, Gilgit selama ini dikenal bukan sebagai wilayah yang dikuasai Taliban atau kelompok militan yang menjadi musuh bagi pemerintah Pakistan.

Ada pun korban tewas dalam peristiwa ini adalah Dubes Norwegia Leif Larsen, Dubes Filipina Domingo Lucenario, istri dubes Indonesia Heri Listyawati, istri dubes Malaysia Habibah Mahmud, dan dua pilot.

Klaim salah sasaran sebagaimana yang diungkapkan juru bicara Taliban di atas bisa saja memang benar adanya. Tetapi, alangkah berbahayanya dampak dari ‘salah sasaran’ ini. Taliban memang menargetkan seseorang untuk dibidik, namun pada kenyataannya pihak tak bersalah yang menjadi korban. Tidak menutup kemungkinan bahwa ‘salah sasaran’ ini juga terjadi di tempat lain, atau menyasar rakyat sipil.

Taliban, yang jelas-jelas berusaha membunuh Kepala Pemerintahan setempat, tak diragukan lagi merupakan kelompok teroris yang mengacaukan negara. Apakah tidak aneh, jika milisi seperti ini disebut sebagai pejuang Allah?

Dengan memahami bagaimana pilihan predikat yang digunakan oleh Arrahmah dkk dalam menyebut kelompok-kelompok ini, maka mudah bagi kita untuk mendeteksi visi misi media-media tersebut, yang sedari awal memang merupakan corong teroris. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL