lavrovAda yang menarik dari pertemuan antara Sekretaris Negara Amerika Serikat John Kerry dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov (13/1) yang diselenggarakan di Paris. Kerry memberikan kejutan berupa kentang dari Idaho sebelum memulai perundingan dan  menyampaikan bahwa selama kira kira sepekan, ia bersama Lavrov akan membahas tentang Suriah. Dengan hangat, Kerry memberikan dua buah kentang tersebut yang diambil dari sebuah kotak dan memberikannya kepada Lavrov.

Mengapa harus kentang? Mengapa bukan bunga?

Selama ini yang paling berhasil dalam mewakili simbol cinta ataupun sebuah hubungan adalah bunga. Suasana suka dan duka, bisa diungkapkan dengan bunga. Namun, sebuah petisi  yang digelar secara online untuk menggantikan peran bunga dengan kentang, mungkin bisa menjawab mengapa kejutannya adalah kentang.

“Kentang lebih baik dalam mewakili simbol cinta daripada bunga. Ada banyak alasan mengapa kentang lebih baik.
Alasan pertama adalah bahwa mawar hanya bertahan beberapa minggu dan itupun jika Anda merendam tangkainya  di dalam air. Itu seolah mengisyaratkan bahwa “cintaku  untukmu adalah fana” . Tapi kentang! Kentang bertahan untuk waktu yang lama. Bahkan, kentang tidak membusuk, tetapi benar-benar tumbuh walaupun Anda hanya meletakkannya di dalam karung! Bagian itu saja cukup untuk  menjadikannya simbol yang baik. Tapi tunggu, masih ada lagi !

Ada begitu banyak cara untuk menikmati kentang! Anda bahkan dapat membuat baterai dengan kentang! Kentang seolah olah mengatakan : “Aku memiliki banyak cara untuk menunjukkan cintaku padamu”.

Bunga sepertinya hanya bisa untuk mengatakan: “Cintaku padamu semata mata karena penampilanmu”. Tapi tidak begitu halnya dengan kentang. Kentang mungkin jelek, tapi masih mengagumkan. Jadi memberikan kentang  seperti mengatakan : “Bagiku tidak masalah seperti apapun penampilanmu, aku tetap mencintaimu”.

Untuk alasan-alasan dan kelebihan-kelebihan inilah, kami ingin melihat kentang menjadi simbol utama untuk cinta dan persahabatan.

Jenewa II di depan mata.

Tidak lama lagi perundingan Jenewa II akan digelar. Dalam sebuah pidatonya (06/ 01), Presiden Suriah Bashar al Assad menegaskan beberapa point penting yaitu:

* Pemerintah membuka lebar lebar opsi untuk berdialog dengan semua komponen masyarakat Suriah meski memiliki perbedaan pandangan secara politik dengan pemerintah saat ini selama sikap lawan politiknya tidak membahayakan prinsip prinsip nasional. (Catatan penulis: Dalam artian, faksi faksi yang selama ini terbukti bersekongkol dengan pihak asing untuk menumbangkan Suriah, yang tentunya akan meminta balas jasa di kemudian hari atas ‘kebaikannya’ maka tidak ada ruang dialog untuk mereka)

* Menghimbau kepada rakyat Suriah untuk bahu membahu menggagalkan konspirasi Zionist internasional terhadap Suriah, dan bersama – sama berjuang untuk mengembalikan keamanan dan stabilitas nasional.

* Aksi terorisme tetap akan ditumpas. Tentara Suriah tetap berada di medan tempur untuk memerangi terorist yang telah memporak prandakan tatanan kehidupan Suriah yang sebelumnya damai dan tenang.

22 Januari 2014 nanti adalah saat perundingan Jenewa II digelar. Dunia pun sepertinya sudah mulai menyadari bahwa yang terjadi di Suriah sudah tidak layak lagi disebut revolusi. Adegan-adegan horor yang dipertontonkan oleh para terorist seperti membunuhi rakyat sipil yang tidak berdosa, merusakkan fasilitas umum, membunuh para ulama, memakan jantung musuhnya yang sudah tewas hingga menjadikan kepala-kepala manusia sebagai mainan layaknya sepakbola, merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak termaafkan, dan tidak ada seorangpun yang rela jika kelak negaranya bernasib sama. Wajar, jika perundingan begitu dinanti oleh semua pihak yang menghendaki krisis Suriah berakhir, dan semoga, sepasang kentang cinta dan perdamaian dari Kerry untuk Lavrov , merupakan sebuah isyarat dan awal yang baik untuk masa depan Suriah nantinya, dan juga dunia. (Liputan Islam/ AF)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL