Beirut, LiputanIslam.com –  Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah menyebut Kerajaan Arab Saudi terlalu ringkih dan penakut untuk dapat memerangi Iran. Dia juga menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) menunggangi aneka peristiwa yang terjadi di kawasan Timteng untuk menutup berkas perkara Palestina – Israel.

“Tujuan Washington ialah memroduksi hegemoni kekuatan-kekuatan besar terhadap kawasan… Sementara rezim Saudi terlalu lemah, ringkih, dan pengecut untuk dapat mengobarkan perang terhadap Iran,” katanya.

Dia menambahkan, “Kawasan telah diperlakukan sedemikian rupa untuk memulihkan hegemoni mustakbir (adidaya) terhadap kawasan kita, serta untuk menyudahi perkara Palestina, dan mendorongnya menuju penuntasan orang-orang Palestina.”

Dia kemudian mengapresiasi Iran dan menyebutnya sebagai kekuatan yang paling berpengaruh di Timteng.

“Iran tidak terkucil, dan malah solid di depan sanksi, eksistensinya menjadi paling kuat di kawasan dan paling berpengaruh dalam perimbangan kawasan… Ada sebuah kekuatan besar regional yang solid dalam menyokong gerakan-gerakan dan poros muqawamah (resistensi),” ungkapnya.

Mengenai Suriah dia menegaskan bahwa negara ini merupakan basis poros muqawamah, pilar gerakan-gerakan muqawamah, dan rintangan bagi upaya masif yang bertujuan menutup berkas perkara Palestina, sehingga perang terhadap Suriah bertujuan menjatuhkan pilar ini untuk digantikan dengan rezim yang lemah dalam menguasai negara ini.

Menyinggung posisi Irak dia mengatakan bahwa negara 1001 Malam ini memiliki kebijakan yang jelas untuk tidak menjadi bagian dari ambisi AS meredam isu Palestina. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL