LiputanIslam.com-Martin Schulz, kandidat kanselir agung Jerman dan mantan ketua parlemen Eropa, dalam pernyataan terakhirnya mengkritik kebijakan persenjataan Amerika. Dia menegaskan bahwa negaranya tidak boleh mengekor kebijakan ini.

Schulz juga meminta agar Angela Merkel menarik diri dari metode-metode tak jelas serta mengambil sikap tegas dan transparan terhadap Donald Trump. Namun, yang patut diperhatikan adalah pernyataan Schulz soal peran Washington dalam ketegangan hubungan antara Saudi dan Qatar baru-baru ini.

Dalam wawancara dengan harian Jerman, Deutsche Welle, Schulz mengatakan,”Presiden Amerika telah menambah anggaran persenjataan negaranya. Di saat yang sama, Trump juga berniat mundur dari Eropa. Harus ditanyakan, apa yang sebenarnya dicari Trump? Apa tujuannya? Dia berkeliling dunia dan memperparah sejumlah konflik, termasuk konflik Saudi dan Qatar. Ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh mengikuti logika persenjataan Amerika dan pemerintahan Trump. Mengikutinya hanya akan menyeret Jerman dalam kesulitan.”

Seperti yang ditekankan Schulz, Amerika berperan dalam meningkatnya ketegangan hubungan Qatar-Saudi. Pada dasarnya, para petinggi klan Saud mengambil kebijakan tak lazim terhadap Doha menurut instruksi langsung dari Gedung Putih.

Peran Washington dalam kemelut antara negara-negara Teluk ini tak bisa diingkari. Sejak kunjungan regional Trump ke Riyadh dan Doha, krisis ini muncul dan terus memburuk. Banyak dari kalangan analis masalah-masalah Timteng berpendapat, kunjungan Trump serta pembicaraan antara dia dan pejabat Saudi adalah pemantik konflik Teluk.

Di tengah situasi ini, Rex Tillerson, menteri luar negeri Amerika, dan para pejabat Amerika lain berusaha memainkan peran sebagai ‘penengah’ antara Doha dan Riyadh. Mereka bersikap seolah tidak tahu menahu soal timbulnya konflik ini dan tidak memiliki peran dalam kelanjutannya! Tentu saja kemunafikan dan dualisme semacam ini bukan hal baru bagi para pejabat Amerika, baik dari kalangan Demokrat atau Republik.

Poin penting lain dalam pernyataan Schulz adalah permintaannya agar Jerman tidak mengekor kebijakan persenjataan Amerika. Jelas bahwa jika Jerman dan Uni Eropa terlibat dalam puzzle regional rumit yang disusun Amerika, mereka akan membayar harga mahal untuk itu.

Martin Schulz sebagai kandidat kanselir agung Jerman dari kalangan sosial-demokrat telah membuka kedok permainan Trump dan kebijakan regionalnya yang berbahaya. Sayangnya, di saat orang-orang Eropa telah menyadari bahaya permainan ini, sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Saudi, justru memilih untuk melibatkan diri dalam permainan Amerika dan pemerintahan Trump. Jelas bahwa permainan ini akan membuat pemerintahan Trump dan para sekutunya terjebak dalam rawa-rawa kesulitan. (af/alalam/mehrnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL