VoaLiputanIslam.com – Memang benar, Iran dan Rusia telah sepakat terkait pembelian sistem pertahanan udara S-300. Sebagaimana disampaikan oleh pihak perusahaan Rostec, Sergei Chemezov, S-300 akan dikirim dalam waktu dekat.

Disebutkan, sistem pertahanan udara S-300 yang dikirimkan Rusia ke Iran sendiri bukanlah S-300 biasa. Rusia dilaporkan telah membuat sejumlah modifikasi khusus pada sistem udara tersebut, khusus untuk Iran.

Kabar transaksi senjata ini, menurut Voa-Islam.com, membuat ‘menggigil’ negara-negara Teluk.

“Negara-negara Sunni di Teluk, “menggigil” ketakutan dan sangat cemas, dan merasa berada di tubir jurang kehancuran, menghadapi Iran,” tulis Voa-Islam.com, 10 November 2015.

Voa-Islam.com juga menyebut negara-negara Arab Teluk, juga sangat kawatir dan takut dengan adanya pemulihan hubungan anrtara Amerika, Eropa, dan Rusia dengan Iran.

“Belum lama ini, kepala Kebijakan Uni Eropa, Moghoreni, melakukan kunjungan ke Teheran, dan melakukan normalisasi hubungan antara Eropa dan Teheran. Iran sangat nampak bersikap ekspansionis, dan ingin menguasai Timur Tengah, dengan dukungan Amerika dan Eropa.”

***

Tanggapan Liputan Islam:

Pertama, jikalau mereka khawatir lantaran S-300, maka kekhawatiran hari ini sudah sangat terlambat. Sebelum S-300 dikirim, Iran telah menciptakan sistem pertahanan udara Bavar 373 yang memiliki kemampuan serupa dengan S-300. Sistem ini mulai diproduksi sejak tahun 2011, dan pada tahun 2012, Iran mengumumkan bahwa Bavar 373 telah rampung 30%. Pada bulan April 2015, Iran telah menunjukkan bavar 373 dalam parade militer, dan menyebut bahwa sistem ini akan rampung / siap beroperasi pada akhir tahun 2015.

bavar 373

Parade Bavar 373

Ketika Iran memproduksi senjata ataupun teknologi, maka, bukankah negara-negara yang disebut ‘Sunni Arab’ juga seharusnya bisa melakukan hal yang sama? Alih-alih menggigil tidak jelas, sebaiknya Voa-Islam.com memberikan saran kepada negara-negara Arab yang kaya minyak dan gas itu untuk menggunakan kemampuan mereka menciptakan senjata dan teknologi serupa. Dengan begitu, kekuatan/ daya tawar negara-negara Timur Tengah berimbang.

Kedua, Iran disebut ingin menguasai Timur Tengah. Bisakah tuduhan ini disertai dengan bukti? Apakah Iran adalah negara agresor yang menyerang negara lain, sebagaimana Arab Saudi menyerang Yaman? Justru, Iran yang pernah diserang oleh Irak di jaman kepemimpinan Saddam Hussein. Dan bukankah saat itu, negara-negara Arab, AS, dan Uni Sovyet juga ikut andil dalam memerangi Iran?

Ketiga, bukankah pangkalan militer Amerika Serikat tersebar di negara-negara Arab?

Militer as

Pangkalan militer AS di Timur Tengah

List lengkapnya bisa dilihat di sini: http://bit.ly/1RN2ZFk

Voa-Islam.com menyebut AS adalah pendukung utama Iran, namun kenyataannya, tidak ada satupun pangkalan militer AS di Iran. Sementara negara-negara ‘Sunni Arab’ yang disebut Voa-Islam.com telah membiarkan pangkalan militer AS dibangun di negaranya. Jadi, jika ‘menggigil’ karena S-300, Voa-Islam.com bisa menyarankan negara-negara ‘Sunni Arab’ itu untuk meminta bantuan pada AS. 😀

Tapi ada satu pertanyaan yang mengganjal. Apakah negara-negara Arab itu negara ‘Sunni’?  (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL