Al-Kindi-Hospital

Kondisi Rumah Sakit Al Kindi Sebelum dan Sesudah Pemberontakan. Sumber Foto: Syrianews

LiputanIslam.com — Pemerintah Indonesia masih belum mampu memberikan pelayanan kesehatan gratis selayaknya Suriah walaupun kedua negara ini memiliki latar belakang sumber daya alam yang melimpah. Selain pelayanan kesehatan, biaya pendidikan di Suriah juga gratis hingga SMA. Sedangkan air, listrik,bbm hingga roti  juga disubsidi oleh pemerintah sehingga rakyat bisa membeli dengan harga yang murah.

Rumah Sakit al-Kindi di Allepo, adalah salah satu wujud program pemerintah Suriah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada rakyatnya. Rumah sakit ini, khusus diperuntukkan bagi penderita kanker,  yang telah dilengkapi dengan peralatan medis yang paling canggih dan semuanya gratis berapapun besar biayanya. Pengungsi dari Palestina, Lebanon maupun Irak yang hidup di Suriah pun dilayani dengan baik di RS tersebut tanpa dipungut biaya.

RS al-Kindi dibangun pada tahun 2003, merupakan salah satu aset kebanggan Suriah. Namun Rumah Sakit yang megah itu kini telah luluh lantak tinggal puing-puing. Desember 2013, militan bersenjata yang disponsori oleh Amerika, Arab Saudi, Turki, Qatar bahkan Israel, menyerang rumah sakit dengan menggunakan dua truk yang bermuatan bom, dan disusul lagi oleh pelaku bom bunuh diri. Kerugian yang diderita Suriah ditafsir 1,5 miliar lira Suriah (sekitar $ 30 juta dari nilai tukar uang sebelum krisis). Berikut video ledakannya:

RS Al Kindi ini memiliki kaitan dengan Ministry of Higher Education (Departemen Pendidikan Tinggi) Suriah yang artinya, fungsi Rumah Sakit ini juga sebagai universitas bagi lahirnya dokter-dokter baru di Suriah, yang nantinya bertugas melayani rakyat. Hancurnya Al Kindi merupakan pupusnya harapan ribuan orang penderita kanker untuk bisa sehat kembali.

Bukan pertama kalinya para militan bersenjata ini merusakkan fasilitas umum. Sejak awal pemberontakan, mulai dari masjid, sekolah, universitas, pembangkit tenaga listrik, sumur minyak dan pipa gas, perpustakaan, sistem transportasi, bahkan tanaman dan peninggalan kuno ikut  dihancurkan. Makam sahabat nabi dibongkar, pabrik- pabrik diporak- porandakan dan mesinnya di jual ke Turki. Berikut videonya:

Inikah yang namanya jihad suci seperti yang diserukan oleh Ustadz Farid Okbah? Apakah menghancurkan fasilitas umum dan menghancurkan hajat hidup orang banyak merupakan sunnah dari Rasulullah Saw? Semoga masyarakat Indoensia bisa mengambil hikmah dari kejadian yang memilukan ini, dan sadar bahwa sebagai manusia, musuh kita adalah mereka yang anti kemanusiaan. (LiputanIslam/syrianews/AF)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL