Rhonda Gholam, wanita Masrani pendukung Hizbullah

Rhonda Gholam, wanita Masrani pendukung Hizbullah

LiputanIslam.com — Memang benar, kelompok perlawanan Hizbullah Lebanon diberikan predikat teroris oleh Israel, oleh-Obama, dan juga Uni Eropa. Namun memasukkan ke dalam satu keranjang kelompok Al-Qaeda, Boko Haram dan Hizbullah, sebagaimana yang dilakukan oleh media Rakyat Merdeka Online – adalah sebuah kesalahan fatal.

Tanyakan kepada rakyat Lebanon, dan Suriah, juga Palestina, pernahkah Hizbullah menculik gadis-gadis –sebagai mana Boko Haram menculik ratusan pelajar puteri?

Tanyakan kepada Suriah, pernahkah kelompok Hizbullah menzalimi lawannya yang sudah menyerah, menggorok leher, lantas memamerkannya di depan kamera sebagaimana kelompok Al-Qaeda?

Tanyakan kepada Rhonda Gholam, seorang wanita Nasrani di Lebanon  yang memasang foto Sayyid Hassan Nasrullah di setiap sudut rumahnya, pernahkah Hizbullah menzalimi rakyat/penduduk sipil?

Tanyakan kepada Syeikh Maher Hammoud, seorang ulama Ahlussunah Lebanon, mengapa ia yang berbeda mazhab dengan kelompok perlawanan ini, bisa mendukung Hizbullah sedemikian rupa?

Liputan Islam telah pernah mengulas sisi lain Hizbullah yang jarang diungkap. Bahwa Hizbullah bukan hanya piawai memegang senjata dan bergerilya di medan perang, tetapi juga berkomitmen terhadap rakyat. Hizbullah melayani, dan melindungi penduduk Lebanon. Seperti apa? Berikut kutipannya:

Dalam sebuah artikel lawas, New York Times pernah menurunkan artikel yang menyanjung muqawwama tersebut.

Kesaksian seorang warga sipil, Hizbullah telah membiayai operasi cesar istrinya. Membawakannya minyak zaitun, gula  dan kacang ketika dia kehilangan pekerjaan, bahkan untuk operasi pada hidungnya yang patah, lagi- lagi Hizbullah yang membantunya.

Ahmed Awali, seorang muslim Syiah yang tinggal di Lebanon selatan dan berprofesi sebagai penjaga keamanan di sebuah gedung apartemen, mengakui bahwa dia telah menerima bantuan dari Hizbullah selama bertahun-tahun kendatipun dia bukanlah anggota Hizbullah, bahkan dia sama sekali tidak mengetahui nama-nama anggota Hizbullah yang kerap membantunya tersebut.

Klik untuk memperbesar

Klik untuk memperbesar

Pejuang Hizbullah bergerak seperti bayangan — melintasi pegunungan dari Lebanon selatan, menjadi pekerja di kota-kota dan desa-desa layaknya hantu [sulit dideteksi] , dan telah melebur dalam  kehidupan masyarakat .

Mereka membantu biaya pengobatan,  menawarkan asuransi kesehatan , membayar uang sekolah dan menanamkan modal untuk masyarakat yang merintis usaha kecil. Mereka tidak terlihat, tetapi sesungguhnya mereka ada dimana mana, menyediakan berbagai pelayanan penting — yang selama bertahun tahun tidak mampu dipenuhi oleh pemerintah Lebanon.

Kegiatan kemanusiaan yang mereka lakukan perlahan menumbuhkan loyalitas yang mendalam di kalangan muslim Syiah, yang selama bertahun tahun dianggap sebagai warga kelas bawah di Lebanon. Kini mereka bisa berbangga hati, dengan hadirnya Hizbullah yang sepertinya mampu membawa muslim Syiah mendapatkan ‘identitas’ baru.

Hizbullah ada disini dan  di mana-mana. Di kota, di pintu gerbang ke pertempuran dan di beberapa lokasi rumah sakit yang berperan penting di Lebanon, ditemukan petunjuk tentang [keberadaan] pejuangnya setiap hari.

New York Times, mendapati seseorang di sebuah kafe, dan ia berkata, “Hanya karena aku duduk di sini, di sebuah kafe ini, bukan berarti aku bukan seorang pejuang perlawanan,” kata Haidar Fayadh, pemilik kafe, yang merokok dan meneguk kopi dari gelas plastik kecil di dekat gambar Sayyid Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah .

” Semua  orang memiliki senjata di rumahnya,” tambahnya.

Lalu, siapa saja anggota Hizbullah?

” Ada dokter , guru dan petani. Hizbullah is people, people are Hizbullah,” ujar Haidar.

Kelompok ini sangat  terdesentralisasi dan sangat terorganisir.

Kesaksian Bapak Awali, yang bekerja sebagai penjaga (security) dengan upah $170 per bulan, upah dibawah rata-rata, suatu hari kehabisan uang untuk kebutuhan makanan pasca anak kedua lahir. Dia menceritakan hal ini kepada salah satu tetangganya, dan hari berikutnya muncul orang-orang dengan kantong belanjaan di kamar apartemennya.

Mengenai asuransi kesehatan, ketika Mrs Haidar menghadapi kehamilan yang sulit. Mereka mengajukan permohonan dan menerima asuransi dengan mengirimkan foto-foto dan mengisi dokumen. Seseorang dari Hizbullah – ia tidak mengidentifikasi dirinya – datang untuk memeriksa apartemen mereka, dan bertanya tentang keuangan mereka, lalu memeriksa aplikasi.

Mereka mengeluarkan kartu medis yang dapat mereka gunakan di rumah sakit manapun di Lebanon. Berkat kartu medis, $1.500 yang dibutuhkan untuk membayar operasi caesar Mrs Haidar ditanggung Hizbullah. Untuk asuransi, Hizbullah menyediakan khusus untuk masyarakat yang kurang mampu dengan hanya membayar sekitar $10 per bulan.

Cara berhubungan dengan Hizbullah tidak dengan langsung bertemu anggotanya. Pejuangnya adalah bagian dari masyarakat di tengah-tengah mereka, dan mengidentifikasinya hampir tidak mungkin.

Contohnya, ketika di sebuah jalan yang  tidak jauh dari perbatasan Israel, sebuah Toyota diparkir dengan pintu terbuka. Beberapa orang berpakaian biasa berdiri di jalan. Mereka terburu-buru. Satu orang  membawa radio genggam, alat komunikasi yang biasa digunakan Hizbullah. Jangan harap bisa bercengkrama. Mereka menolak difoto dan menjauh saat berusaha didekati.

Keesokan harinya, orang yang sama, dalam pakaian yang sama, berdiri di tempat parkir rumah sakit sebagai otoritas rumah sakit bersiap-siap untuk menguburkan mayat di sebuah kuburan massal.

“Mereka adalah hantu. Tidak ada yang tahu mereka.”

Anggota Hizbullah juga bertindak layaknya polisi bisu, menjaga keamanan lingkungan. Mereka ada dalam angkutan umum, mereka bertanya jika ada keributan. Beberapa warga yang tahu anggota Hizbullah mengatakan mereka dilatih dan dipersiapkan sampai lima tahun sebelum menjadi anggota penuh. Sayap militer bersifat  sangat rahasia, bahkan kadang-kadang teman-teman dan anggota keluarganya sendiri tidak tahu orang yang dicintainya adalah bagian dari muqawwama.

 

Propaganda Rmol Lainnya, ISIL= Sunni ?

Sebagaimana media-media tanah air lainnya seperti Detik, Viva, Tempo, Republika, dan Antaranews, yang memberikan predikat Muslim Sunni kepada kelompok teroris ISIS, Rmol pun melakukan hal yang sama. Untuk tabayun, benarkah ISIS merupakan kelompok Ahlussunah Wal Jamaah, silahkan dibaca di link-link berikut:

  1. http://liputanislam.com/multimedia/seruan-ulama-sunni-di-basra-lawan-teroris-takfiri/
  2. http://liputanislam.com/tabayun/membongkar-propaganda-wall-street-journal/
  3. http://liputanislam.com/berita/internasional/timur-tengah/majelis-ulama-ahlussunnah-irak-keluarkan-fatwa-perang-terhadap-isis/
  4. http://liputanislam.com/berita/internasional/timur-tengah/pm-irak-jangan-gunakan-istilah-sunni-syiah/
  5. http://liputanislam.com/berita/internasional/timur-tengah/majelis-ulama-ahlussunnah-irak-keluarkan-fatwa-perang-terhadap-isis/
  6. http://liputanislam.com/tabayun/detik-com-malas-atau-sengaja/
  7. http://liputanislam.com/berita/internasional/timur-tengah/universitas-al-azhar-islam-berlepas-diri-dari-isis-seperti-serigala-berlepas-diri-dosa-anak-anak-yakub-as/
  8. http://liputanislam.com/tabayun/membongkar-propaganda-vivanews-atas-irak/
  9. http://liputanislam.com/analisis/dan-kini-muslim-sunni-pun-difitnah/
  10. http://liputanislam.com/berita/fokus/ini-dia-kiat-media-anti-irak-menyokong-isis/
  11. http://liputanislam.com/tabayun/propaganda-arrahmah-dan-tempo-atas-krisis-irak/
  12. http://liputanislam.com/tabayun/propaganda-republika-dan-antaranews-atas-krisis-irak/
  13. http://liputanislam.com/berita/fokus/trend-media-arab-bercorak-wahabi-di-tengah-fenomena-isis/ (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL