Aljazeera boongLiputanIslam.com Al-Jazeera, media terkemuka di Timur Tengah, menyatakan bahwa pemerintah Suriah kembali melakukan serangan bom barrel di kawasan Idlib, sehingga menewaskan 12 orang, dan beberapa di antaranya adalah anak-anak. Dalam artikel yang berjudul ‘Children Killed in Syria Airstrikes’, Al-Jeezera menuduh serangan tersebut dilakukan di masjid dan sekolah.

“Tujuh anak-anak dilaporkan tewas saat jet tempur menjatuhkan bom barrel di sebuah sekolah dalam kota Safohan, provinsi Idlib, pada Selasa, 23 Desember 2014,” tulis Al-Jazeera.

Tuduhan serupa kepada pemerintah Suriah juga pernah dipublikasikan oleh situs BBC, media Barat mainstream pendukung pemberontakan di Suriah. Saat itu, dalam sebuah serangan di Allepo, BBC menuduh bahwa rezim Assad dengan bengis membunuhi warga sipil di Allepo dengan bom barrel.

Apa itu bom barrel?

Dari pemaparan Wikipedia, disebutkan bahwa bom barrel adalah salah satu bom yang telah dilengkapi dengan minyak jenis ammonium nitrat dan akan menghasilkan ledakan yang dahsyat. Dipilihnya bom barrel ini adalah karena proses pembuatannya lebih mudah dan murah.

Namun tudingan dari BBC bahwa bom barrel digunakan oleh tentara Suriah, telah dibantah oleh Russia Today (RT). Dalam analisisnya dinyatakan, BBC melakukan beberapa kesalahan, yaitu;

Pertama, adalah kesalahan mengidentifikasi pesawat. Menurut pengamatan, pesawat yang diklaim milik pemerintah Suriah untuk menjatuhkan bom barrel tersebut bukanlah pesawat type MIGs melainkan type L- 39s. Sedangkan amunisi yang dikatakan sebagai bom barrel, ternyata bukanlah bom barrel jika dilihat dari ukurannya. Yang dijatuhkan dalam video tersebut adalah OFABs atau bom kecil. Kesalahan identifikasi yang terungkap dari video ini, mirip dengan kesalahan identifikasi oleh BBC saat menggunakan foto korban pembantaian di Irak sebagai korban atas tragedi Houla.

Kedua, dari banyaknya kasus bom barrel yang terjadi di berbagai belahan dunia, belum pernah terungkap ada bom barrel yang dijatuhkan dari jet tempur. Sebabnya, belum tersedia teknologi tambahan yang diaplikasikan pada pesawat tempur yang memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai ‘pembawa’ bom barrel.

Di lain pihak, dalam video yang wara – wiri secara masif disebarkan, yang terlihat sebagai  ledakan bom barrel justru terlihat seperti IED ( peledak manual/ rakitan)  yang sering di sebarluaskan untuk ‘mengkampanyekan’ kemampuan/ kehebatan pemberontak Suriah pada situs – situs yang berlabel jihad. IED atau Improvised Explosive Device berarti  alat peledak yang diimprovisasi seseuai keadaan, atau lebih populer dengan sebutan bom rakitan. Alat ini bisa dibuat dari berbagai macam peledak, bisa dikombinasikan dengan racun kimia, racun biologis, atau materi radiologi. Alat peledak ini juga populer dengan sebutan bom pinggir jalan karena seringkali bom rakitan tersebut oleh ‘mujahidin’ diletakkan di pinggir jalan menargetkan konvoi militer lawannya. IED merupakan alat peledak yang sederhana yang mudah dibuat namun sangat efektif. Di Irak, IED menjadi pembunuh no.1 tentara Amerika. Artikel selengkapnya bisa di sini.

Jika berpegang pada kode etik jurnalistik, tentunya ada beberapa pertanyaan yang harus diklarifikasi oleh pihak Al-Jezeera atas tudingannya kepada pemerintah Suriah, yaitu:

Pertama, pesawat tempur jenis apa yang digunakan oleh tentara Suriah saat menyerang sekolah di Idlib? Hal ini penting untuk diketahui, mengingat saat ini, yang menggunakan pesawat tempur di wilayah Suriah bukan hanya tentara Suriah, melainkan juga tentara koalisi dari AS dan sekutunya.

Kedua, analisis RT menyatakan belum ada teknologi di seluruh dunia yang memungkinkan untuk membawa bom barrel ke dalam pesawat. Sehingga, jika benar yang dijatuhkan tersebut adalah bom barrel, maka, apa nama teknologi terbaru tersebut?

Ketiga, jika belum ada data yang jelas tentang jenis pesawat dan jenis teknologi yang digunakan dalam menyerang sekolah tersebut, lantas, atas dasar apa Al-Jeezera mengambil kesimpulan, bahwa pelaku penyerangan adalah pemerintah/ tentara Suriah?

Artikel Al-Jeezera disebarluaskan oleh media nasional, rimanews.com. Barangkali, rimanews.com bersedia untuk memberikan klarifikasi/ menjawab pertanyaan atas artikel yang dikutip dari Al-Jazeera tersebut. (ba)

Al-Jazeera adalah media yang berulangkali tertangkap basah tengah melakukan propaganda dan fitnah atas konflik Suriah. Luna Al-Chebel, presenter berita terkenal asal Suriah juga mengundurkan diri dari Al-Jazeera, dan ia memprotes pemberitaan di chanel tersebut yang dinilainya bias dan tidak profesional tentang krisis Suriah. Setelah berhenti ia mengadakan beberapa wawancara untuk mengungkap kebohongan-kebohongan Al-Jazeera, yang akhirnya membuat dirinya menjadi target Al-Jazeera dan maniak oposisi Suriah. Kumpulan kebohongan Al-Jazeera, telah dipublikasikan di sini. 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL