Sumber: suaramuhammadiyah.id

Yogyakarta, LiputanIslam.com– Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) mengeluarkan pernyataan resmi atau klarifikasi terkait tulisan yang berjudul “Akhirnya Ketum Muhammadiyah Bolehkan Ziarah Kubur -Fiqh Menjawab”. Dengan subjudul “Muhammadiyah Segera Menganjurkan Jamaahnya untuk Yasinan, Tahlilan, dan Sholawatan”, dan beberapa tulisan lainnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan bahwa tulisan dan berita tersebut bernada tendensius dan bukan pendapat utuh dari Ketua Umum PP Muhammadiyah. Pernyataan itu disampaikan Haedar Nashir di Yogyakarta, seperti dilansir suaramuhammadiyah.id, pada Selasa (31/10).

Berikut klarafikasi resmi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah:

Pertama, di beberapa kesempatan ketika ditanya soal ziarah kubur pendapat sebagai berikut. Bahwa “Ziarah kubur itu sunnah Nabi seperti sunnah Nabi lainnya, untuk mendo’akan dan ingat mati atau ingat akhirat. Tapi meski sunnah jangan terlalu sering ziarah kubur karena banyak sunnah Nabi lainnya yang lebih besar yang harus dikerjakan untuk memajukan umat dan bangsa. Dalam berziarah kubur juga jangan mengeramatkan, meminta-minta, dan mengkultuskan orang yang  mati maupun mengeramatkan kuburannya sebab perbuatan tersebut dapat menjurus atau termasuk ke tindakan syirik. Berziarahlah sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Kedua, Muhammadiyah tidak pernah mengeluarkan pendapat keagamaan maupun menganjurkan Yasinan, Tahlilan, dan Shalawatan sebagaimana diberitakan dalam tulisan tersebut. Namun membaca Al-Quran seluruhnya (bukan hanya Surat Yasin), berdzikir kepada Allah (termasuk melafadzkan tahlil Laa Ilaaha Illa Allah), serta bershalawat kepada Nabi Muhammad diharuskan dan dianjurkan serta bernilai ibadah bagi setiap muslim (termasuk warga Muhammadiyah) yang kaifiyahnya  mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.

Ketiga, Info yang benar  bahwa makam Ki Bagus tidak hilang, kuburannya ada di Makam Pakuncen Yogyakarta, sebagaimana di Makam tersebut terdapat kuburan  HOS Tjokroaminoto.

Demikian klarifikasi dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar tidak terjadi salah informasi khususnya bagi  warga Muhammadiyah. (Ar/Suara Muhammadiyah).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL