Ankara,LiputanIslam.com—Parlemen Turki setuju untuk mengerahkan pasukannya ke pangkalan militer Turki di Qatar. Keputusan yang ditetapkan pada Rabu (7/6) dan disetujui oleh 240 anggota parlemen ini diambil setelah keretakan terjadi antara negara-negara Arab di kawasan Teluk.

Pengerahan pasukan ini dilakukan Turki untuk mengantisipasi konflik senjata antara Qatar dan beberapa negara arab lainnya, seperti: Saudi Arabia, UEA, dan Bahrain. Bahkan, Mesir dan Republik Maladewa pun turun serta memutuskan hubungannya dengan Doha karena menduga bahwa Qatar telah memberikan dukungannya terhadap terorisme. Sebuah tuduhan yang tegas ditolak oleh Qatar.

Turki yang awalnya hanya berniat untuk menjadi penengah, kini mulai mengumumkan keberpihakannya kepada Qatar, serta menolak klaim bahwa negara tersebut telah mendanai terorisme.

Erdogan mengatakan pada Selasa (6/6), bahwa Qatar justru termasuk dalam barisan terdepan untuk memberantas terorisme. Ia mengkritik beberapa negara yang terus mencoba mengisolasi negara kaya minyak itu. Pemimpin Turki tersebut memuji sikap Qatar yang “berkepala dingin dan konstruktif” dalam menangani isu-isu yang berkembang di sekitarnya.

Pemungutan suara di parlemen Turki kemarin, akan menjadi tanda bahwa Turki siap memberikan dukungan kepada Qatar dalam perselisihannya dengan Saudi dan sekutunya.

Erdogan dan pejabat Turki lainnya mengatakan bahwa mereka akan terus berupaya untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.

Sebelumnya, pada tahun 2014, Turki dan Qatar telah menandatangani sebuah kesepakatan untuk membangun pangkalan militer Turki di Qatar. Para pejabat Turki mengatakan bahwa kini, 3.000 tentara Turki dapat ditempatkan di Qatar, sebagai bagian dari program Ankara untuk meningkatkan kerja sama militernya dengan Doha. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL