Syria rebels in Latakia: al-Qaeda’s al-Nusra in, ISIS outLiputanIslam.com — Pengamat Timur Tengah, Dina Y. Sulaeman, sejak 17 Desember 2012 sudah menulis prediksi di blognya, tentang kemungkinan terjadinya perpecahan di kubu pemberontak Suriah, sebagai berikut:

“Seandainya Assad terguling dan kelompok jihad meraih kekuasaan,  di antara mereka pun akan muncul peperangan karena perbedaan manhaj; di antara mereka sejak awal sudah ada perbedaan visi, model pemerintahan Islam seperti apa yakan dibentuk? Sejak sekarang pun di antara mereka sudah saling kecam.”

Yang terjadi sungguh menyeramkan: perang dengan cara paling barbar sedunia terjadi antara kubu ISIS dan Al Nusra, padahal mereka sama-sama ngaku mujahid. Rupanya,  para ‘mujahidin’ itu pun menyadari bahwa perpecahan adalah penghalang utama dari ‘perjuangan’ mereka. Ini terlihat dari seruan ISIS kepada Ayman Al Zawahiri (dikutip oleh IslamTimes 13/5/2014).

“Syeikh Osama mengumpulkan semua mujahidin dengan satu kata, tapi Anda memecah belah dan memporakporandakan mereka,” kata juru bicara ISIS, Abu Mohammed al-Adnani.

Ada dua kelompok besar mujahidin yang saling bantai di Suriah, yaitu Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) dan Front al-Nusra. Keduanya anak kandung Al Qaeda di bawah pimpinan  Ayman al-Zawahiri  (penggantiOsama bin Laden) di Suriah. ISIS menghendaki didirikannya Khilafah di Irak dan Suriah, sementara Front Al Nusra hanya menginginkan Suriah. Rupanya sang boss, Al Zawahiri, pro pada Al Nusra. Adnani menuduh Al Zawahiri bersalah karena mendukung Al Nusra sehingga terjadi perpecahan di tengah mujahidin, dan akibatnya, mujahidin menjadi tertawaan musuh.

Kesadaran bahwa para jihadis yang sedang menjadi tertawaan (sekaligus rasa malu, karena aksi-aksi barbar mereka sungguh mempermalukan umat Islam moderat) rupanya juga muncul di kalangan pemikir pro-jihadis Indonesia. Ustadz Fuad Al Hazimi dari Jama’ah Anshorut Tauhid ( ormas pendukung khilafah dan pengirim pasukan jihad dari Indonesia ke Suriah) menulis di arrahmah.com, mengingatkan bahwa di kalangan “aktivis jihady” Indonesia tengah berjangkit penyakit “takfiri”.

Ikhwah fillah rohimakumulloh, tulisan ini hanya sebuah introspeksi sekaligus koreksi atas kondisi real (waqi’) harakah Islam di Indonesia. Mohon maaf saya tidak bisa menambahkan penjelasan panjang lebar karena aslinya tulisan ini adalah makalah presentasi untuk kajian. Semoga bermanfaat.

Menguak Fakta Di Kalangan Aktifis Jihady Di Indonesia

  1. Sibuk mengkafirkan antar sesama harakah.
  2. Masing-masing pihak merasa paling jihady.
  3. Menganggap yang di luar kelompoknya adalah salah, ahlul bid’ah bahkan anshorut thoghut atau antek kuffar.
  4. Kita tidak sadar bahwa kita sedang diadu domba dan musuh-musuh Islam sedang bertepuk tangan menyaksikan programnya sukses.

Sebagaimana halnya Dina Y. Sulaeman, situs berita pro ISIS yaitu Shotussalam pun telah menyadari bahwa adanya perpecahan dalam kubu “mujahidin” di Suriah.

Menurutnya, sejak awal perlawanan terhadap rezim Syiah Bashar Assad, sudah banyak yang memprediksi bahwa munculnya berbagai faksi di Suriah dikhawatirkan akan menimbulkan potensi peperangan antar faksi sebagaimana di Afghanistan dulu. Sedangkan untuk di Suriah, konflik internal umat Islam antara mujahidin Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan Jabhat Al Islamiyyah serta pejuang sekuler Free Syrian Army (FSA) tak dipungkiri jelas-jelas menguntungkan pihak Bashar Al-Assad. Warna operasi intelijen di Suriah begitu kasat mata dalam proyek adu domba antara ISIS dan faksi-faksi lain di Suriah.

Siapakah dalang perpecahan mereka? Barat dan Israel boleh saja menciptakan skenario pecah belah Suriah, negara-negara Arab tak ketinggalan mengirimkan para jihadis dan menggelontorkan dana yang tidak sedikit. Para “ulama-ulama” juga belum berhenti menyerukan jihad ke Suriah, namun tidak ada yang bisa menolak kekuasaan Tuhan. Ya, mereka boleh saja merencanakan makar untuk Suriah, tetapi Allah adalah sebaik-baik penentu. (dw/ba/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL